Restoran dan Kafe, Bisnis Berisiko Tinggi yang Tetap Diminati

MEDAN – Bisnis restoran dan kafe sering kali menjadi pilihan banyak orang yang ingin terjun ke dunia usaha. Namun, menurut M. Asy Ari Sahab, akademisi dari Universitas Batuta, bisnis salah satu ini usaha yang berisiko tinggi mengalami kegagalan, bahkan kebangkrutan. Terbukti, banyak usaha ini hanya bertahan hitungan bulan atau setahun sampai dua tahun.

Menurutnya, hal ini dikarenkan bisnis di dunia kuliner memiliki banyak tantangan, mulai dari persaingan yang ketat, tren konsumen yang cepat berubah, hingga biaya operasional yang besar, seperti sewa tempat, gaji karyawan, dan bahan baku.
Ia menjelaskan bahwa tingkat kegagalan bisnis di sektor ini mencapai angka yang signifikan dalam beberapa tahun pertama operasional.

“Sebagian besar pebisnis kuliner kesulitan mempertahankan pelanggan setia atau menyeimbangkan pengeluaran dengan pendapatan, terutama jika tidak memiliki strategi bisnis yang matang,” ungkapnya, Jumat (24/1/2025).
Meski berisiko tinggi, bisnis ini tetap diminati banyak orang. Ada beberapa poin menjadi alasan kenapa banyak orang menggelutinya. Pertama, passion dalam dunia kuliner. Banyak orang bermimpi memiliki usaha yang sejalan dengan kecintaan mereka terhadap makanan atau minuman.

Kedua, potensi keuntungan besar. Jika sukses, restoran atau kafe dapat menghasilkan margin keuntungan yang signifikan. Dan ketiga tren sosial. Restoran dan kafe sering kali menjadi tempat nongkrong yang hits, menarik konsumen dari berbagai kalangan. Namun, daya tarik bisnis ini juga tak lepas dari efek media sosial yang memengaruhi kebiasaan masyarakat.
“Era digital membuat restoran atau kafe menjadi lebih dari sekadar tempat makan. Ini adalah destinasi untuk konten media sosial, seperti foto makanan estetik atau suasana interior yang Instagrammable. Hal ini memberi peluang besar, tapi juga meningkatkan ekspektasi konsumen,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya inovasi untuk bertahan. “Saat ini, konsumen tidak hanya mencari rasa, tetapi juga pengalaman. Mereka ingin hal-hal unik, mulai dari konsep tema yang menarik hingga layanan yang out of the box. Jika mampu menjawab kebutuhan itu, peluang sukses akan lebih besar,” tambahnya.

Untuk meminimalkan risiko, Asy Ari Sahab menyarankan para calon pengusaha untuk melakukan riset pasar yang mendalam, mengelola keuangan dengan bijak, dan terus berinovasi. “Memahami kebutuhan pasar dan menghadirkan sesuatu yang unik adalah kunci untuk bertahan,” tutupnya.(RZ)

#BisnisMedan#KitaMedan