Tren Investasi Generasi Milenial dan Gen Z: Antara Value-Based Investing dan Cryptocurrency

MEDAN — Tren investasi di kalangan generasi muda, khususnya Milenial dan Gen Z, mengalami pergeseran signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka tidak lagi hanya berfokus pada potensi keuntungan semata, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai sosial, lingkungan, dan etika dalam mengambil keputusan investasi.

Salah satu pendekatan yang semakin populer di kalangan generasi ini adalah value-based investing. Dalam pendekatan ini, investor muda menilai perusahaan tidak hanya berdasarkan kinerja finansial, tetapi juga komitmen mereka terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik (ESG).

Survei Global Millennial Survey 2024 dari Deloitte menunjukkan bahwa lebih dari 65 persen Milenial dan Gen Z di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menyatakan hanya mau berinvestasi di perusahaan yang mereka yakini membawa dampak positif bagi dunia. Minat mereka banyak mengarah pada sektor energi terbarukan, teknologi ramah lingkungan, hingga startup berbasis sosial.

Di sisi lain, cryptocurrency tetap menjadi daya tarik utama, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial muda yang tertarik pada inovasi finansial. Dengan potensi imbal hasil tinggi dan konsep desentralisasi, aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, serta proyek-proyek berbasis DeFi (Decentralized Finance) dan NFT (Non-Fungible Token) terus diminati.

Data dari platform perdagangan kripto di Indonesia mencatat bahwa pada tahun 2024, hampir 55 persen investor crypto berusia di bawah 35 tahun. Meskipun pasar crypto dikenal sangat fluktuatif, generasi muda tetap melihatnya sebagai bagian penting dari diversifikasi portofolio mereka, apalagi dengan munculnya aset stabil seperti stablecoin dan proyek tokenisasi aset yang menawarkan pilihan investasi lebih aman.

Perkembangan ini menunjukkan pola pikir baru generasi muda yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga ingin investasi mereka mencerminkan identitas, aspirasi, dan nilai-nilai pribadi.

Dalam jangka panjang, tren value-based investing diperkirakan akan mendorong lebih banyak perusahaan meningkatkan standar ESG mereka untuk menarik investor muda yang semakin kritis.

Sementara itu, di dunia cryptocurrency, integrasi dengan sektor keuangan tradisional dan perkembangan regulasi menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan investasi aset digital.

Analis memperkirakan bahwa dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, peta investasi global akan lebih banyak didominasi oleh portofolio yang berkelanjutan, menggabungkan aset tradisional dan digital, serta mengutamakan pendekatan yang lebih personal dan bertanggung jawab.

Dengan kekuatan kolektif mereka, generasi Milenial dan Gen Z tidak hanya mewarisi dunia investasi lama, tetapi juga sedang aktif membentuk arah baru yang lebih selaras dengan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan.(RZ)

#Crypto#DuniaBisnis#KitaMedan#TrenBisnis