Ahli Gizi Ungkap Fakta di Balik Mitos “Micin Bikin Bodoh”, Ini Penjelasan Ilmiahnya!

JAKARTA – Sudah menjadi keyakinan turun-temurun di masyarakat Indonesia bahwa mengonsumsi micin atau Monosodium Glutamate (MSG) dapat menurunkan tingkat kecerdasan dan membuat seseorang lemot (lambat berpikir). Namun, benarkah anggapan tersebut sesuai dengan fakta medis?

Ternyata, klaim bahwa micin menyebabkan kebodohan hanyalah mitos belaka yang tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Faktanya, Badan Pengawas Obat dan Makanan dunia (FDA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menggolongkan MSG sebagai bahan penyedap yang “Generally Recognized as Safe” (GRAS) atau aman untuk dikonsumsi dalam batas wajar.

Lantas, dari mana asal muasal mitos ini? Untuk mengupas tuntas persoalan ini, media ini mewawancarai seorang ahli gizi terpercaya.

Ahli Gizi: “Micin Secara Alami Sudah Ada Dalam Tubuh dan Makanan Kita”
Dr. Amanda Suryadi, M.Gizi, seorang ahli gizi dan dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat, menjelaskan bahwa MSG pada dasarnya adalah garam natrium dari asam glutamat. Yang menarik, asam glutamat ini merupakan asam amino non-esensial yang secara alami diproduksi oleh tubuh manusia dan juga banyak ditemukan dalam berbagai makanan alami.

“Penting untuk dipahami bahwa asam glutamat, komponen utama MSG, secara alami terdapat dalam ASI, daging, ikan, tomat, jamur, dan keju parmesan yang justru dikenal sebagai makanan bergizi. Tubuh kita memetabolisme MSG dari penyedap makanan dengan cara yang sama persis seperti memetabolisme glutamat dari sumber alami tersebut. Tidak ada perbedaan,” jelas dr. Amanda dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/9/2025).

Lalu, Apa yang Sebenarnya Menyebabkan Lemas dan Sulit Konsentrasi?
Dr. Amanda memaparkan bahwa keluhan seperti pusing, lemas, atau sulit berkonsentrasi setelah makan di warung tenda atau makanan dengan MSG tinggi, kemungkinan besar bukan disebabkan oleh micin-nya sendiri.

“Yang sering terjadi adalah, makanan yang menggunakan MSG biasanya adalah makanan dengan profil gizi yang tidak seimbang—tinggi garam, minyak, dan lemak jenuh, namun rendah serat, vitamin, dan mineral. Ditambah lagi, faktor pola hidup seperti kurang tidur, dehidrasi, jarang berolahraga, dan stres adalah biang keladi utama yang membuat seseorang mudah lelah dan sulit fokus. MSG dijadikan ‘kambing hitam’ yang praktis,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa selama dikonsumsi dalam batas normal (sekitar 6 gram per hari untuk dewasa), MSG aman dan tidak merusak sel-sel otak maupun menurunkan IQ.

Jadi, sudah saatnya kita mengedukasi diri dan menghentikan stigma negatif terhadap MSG. Alih-alih khawatir berlebihan pada micin, lebih baik fokus pada pola makan gizi seimbang, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur untuk menjaga kesehatan tubuh dan otak. (Red)

#AhliGizi#FaktaMSG#FDA#GiziSehat#KesehatanMasyarakat#MitosMicin#PolaHidupSehat#StopMisinformasi#WHO