Ini Cara Cepat Mengatasi Sariawan Biar Tidak Ganggu Puasa

MEDAN – Sariawan saat puasa bisa menjadi masalah yang sangat mengganggu. Rasa perih yang ditimbulkan membuat sulit untuk berbicara, makan, dan bahkan menelan air liur. Kondisi ini sering terjadi karena mulut menjadi lebih kering akibat tidak adanya asupan cairan selama berjam-jam. Selain itu, pola makan yang kurang seimbang saat sahur dan berbuka juga bisa memicu sariawan.

Untuk mengatasi sariawan saat puasa, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar luka di mulut cepat sembuh dan tidak semakin parah. Pertama, pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. Meskipun tidak bisa minum di siang hari, Anda bisa mengakalinya dengan banyak minum air putih saat sahur dan berbuka. Usahakan mengonsumsi minimal delapan gelas air putih dalam sehari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Kedua, perhatikan asupan makanan. Sariawan sering kali muncul akibat kekurangan vitamin C, B12, dan zat besi. Oleh karena itu, pastikan menu sahur dan berbuka mengandung banyak buah dan sayur yang kaya akan vitamin serta mineral, seperti jeruk, tomat, pepaya, dan bayam. Jika perlu, konsumsi suplemen tambahan untuk membantu mempercepat penyembuhan sariawan.

Ketiga, hindari makanan yang dapat memperparah sariawan. Makanan pedas, asam, dan terlalu panas bisa membuat luka di mulut semakin perih dan sulit sembuh. Sebaiknya, pilih makanan yang bertekstur lembut dan tidak mengiritasi mulut, seperti bubur, sup, atau makanan yang tidak terlalu berbumbu tajam.

Keempat, jaga kebersihan mulut dengan baik. Sikat gigi secara teratur setelah sahur dan berbuka menggunakan sikat yang lembut agar tidak melukai area sariawan. Gunakan juga obat kumur antiseptik atau larutan air garam untuk membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi. Berkumur dengan air garam hangat dua hingga tiga kali sehari dapat membantu mengurangi peradangan dan membunuh bakteri penyebab sariawan.

Kelima, oleskan obat atau bahan alami yang bisa mempercepat penyembuhan. Ada beberapa obat yang dijual di apotek, seperti salep sariawan yang mengandung benzokain atau kortikosteroid ringan untuk mengurangi rasa sakit. Selain itu, bahan alami seperti madu, minyak kelapa, dan lidah buaya juga bisa digunakan sebagai obat oles untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka sariawan.

Terakhir, jika sariawan tidak kunjung sembuh dalam dua minggu atau semakin parah hingga menyebabkan kesulitan makan dan berbicara, segera konsultasikan ke dokter. Bisa jadi, sariawan yang muncul merupakan tanda adanya masalah kesehatan lain yang perlu ditangani lebih lanjut.

Dengan menjaga pola makan, kebersihan mulut, serta memberikan perawatan yang tepat, sariawan saat puasa bisa diatasi dengan lebih cepat. Tetap jaga kesehatan dan pastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup agar puasa tetap lancar tanpa gangguan sariawan yang menyiksa. (RZ)

#InfoSehat#KitaMedan#Sariawan