Car Free Day Medan Jadi Ajang Buang Sampah? Ketua DPRD: Kampanye Bebas Polusi Beralih Jadi Kampanye Buang Sampah!

MEDAN – Car Free Day (CFD) yang rutin digelar Pemerintah Kota Medan setiap Minggu pagi di kawasan Lapangan Merdeka memang selalu dipadati ribuan warga yang ingin berolahraga, bersepeda, atau sekadar bersantai bersama keluarga.

Namun, euforia itu kerap meninggalkan masalah yang tak kalah serius: tumpukan sampah yang berserakan usai kegiatan usai.

Gelas plastik, bungkus makanan, tisu basah, puntung rokok, hingga sisa minuman tercecer di trotoar dan berbagai sudut kawasan CFD.

Ironisnya, pemandangan ini justru terjadi di tengah semangat CFD yang sejatinya adalah kampanye bebas polusi, gaya hidup sehat, dan pelestarian lingkungan.

Kata Kritis dari DPRD Medan: “Ini Sangat Memprihatinkan”

Ketua Komisi II DPRD Medan, H. Kasman bin Marasakti Lubis menyampaikan kritik tajam terkait kondisi tersebut.

“Car Free Day adalah program hari bebas kendaraan yang jelas merupakan kampanye bebas polusi. Namun yang kita saksikan hari ini, kampanye bebas polusi justru beralih menjadi kampanye membuang sampah. Ini tentu sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Medan,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Baca Juga : Kala CFD Jadi Panggung Tanpa Sekat: Rico Waas Berbaur dan Bersemangat Bersama Rakyatnya

Politisi PKS ini menegaskan bahwa Pemko Medan harus segera melakukan evaluasi menyeluruh agar CFD tidak sekadar menjadi ajang seremonial atau hiburan semata, melainkan mampu menjadi media edukasi bagi masyarakat.

“Car Free Day seharusnya menjadi momentum untuk menularkan wawasan pelestarian lingkungan kepada masyarakat. Kampanye menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan harus menjadi agenda utama dalam setiap pelaksanaannya,” tegasnya.

Kasman mendorong Pemko Medan untuk melibatkan berbagai perangkat daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, guna memperkuat edukasi di lapangan.

Beberapa langkah konkret yang disarankan:
· Penyediaan tempat sampah yang memadai di berbagai titik strategis
· Penempatan petugas kebersihan yang siaga selama dan setelah kegiatan
· Sosialisasi langsung kepada pengunjung tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya

“Pemko harus hadir melalui edukasi yang berkelanjutan. Dinas Lingkungan Hidup perlu dilibatkan lebih aktif, termasuk menyediakan tempat-tempat pembuangan sampah yang mudah dijangkau masyarakat. Dengan begitu, pengunjung tidak memiliki alasan untuk membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Sebenarnya, Pemko Medan dan DLH telah melakukan berbagai inisiatif positif. Salah satunya adalah pembukaan stand Bank Sampah di area CFD setiap Minggu.

Masyarakat yang membawa sampah seperti botol plastik dapat menukarkannya dengan produk minuman gratis, sekaligus belajar memilah sampah untuk didaur ulang.

Kepala DLH Medan, Zulfansyah Ali Saputra, menyatakan bahwa program ini mendukung visi Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk menjadikan Medan kota yang bersih.

Tak hanya itu, Pemko Medan juga mendukung penuh gelaran Run For Garbage 2026 pada 7 Juni lalu. Event lari 5 km dengan slogan “Run Today, Clean Tomorrow” ini memadukan olahraga, komunitas, dan aksi sosial dalam meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan.

Kadispora Medan, H.T. Chairuniza, mengapresiasi sinergi ini. Pemerintah Kota Medan sangat mendukung kegiatan seperti ini karena tidak hanya mendorong masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ini sejalan dengan komitmen kami menghadirkan kota yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Kepedulian terhadap kebersihan CFD juga datang dari elemen mahasiswa. Sebanyak 31 mahasiswa dan relawan dari Luma Organizer (Program Studi Ilmu Komunikasi USU) menggelar aksi “Cleaning Day at Car Free Day” pada 10 Mei 2026. Mereka berhasil mengumpulkan 12 kantong sampah plastik dari area CFD.

Project Leader Luma Organizer, Faisal Hisyam, mengungkapkan bahwa kegiatan ini berawal dari keresahan terhadap kondisi ruang publik yang sering dipenuhi sampah.

“Masyarakat sebenarnya tahu dampak dan konsekuensi membuang sampah sembarangan, hanya perlu membuka mata dan lebih sadar terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, nyatanya masalah sampah di CFD masih terus berulang. Ini menunjukkan bahwa kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan ruang publik masih tergolong rendah.

Kasman berharap, melalui evaluasi dan penguatan edukasi, CFD Medan benar-benar menjadi gerakan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Kampanye meningkatkan kesadaran warga, khususnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya, sangat penting. Dengan partisipasi semua pihak, kita berharap Medan ke depan dapat menjadi kota yang bersih, nyaman, dan menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkasnya.

Car Free Day di Medan memiliki potensi besar sebagai ruang publik yang sehat, ramah lingkungan, dan edukatif.

Namun, tanpa evaluasi serius dan penguatan edukasi, potensi itu akan terus terkikis oleh tumpukan sampah yang ditinggalkan pengunjung.

Dibutuhkan kolaborasi semua pihak: pemerintah, Dinas Lingkungan Hidup, komunitas, dunia usaha, dan yang terpenting kesadaran setiap individu yang datang ke CFD.

Jangan sampai semangat bebas polusi justru berubah menjadi ironi baru bebas kendaraan, tapi penuh sampah.

Medan bersih adalah tanggung jawab kita bersama. Mari jadikan setiap Car Free Day sebagai momentum nyata untuk menjaga lingkungan, bukan meninggalkan sampah. (FD)

#BankSampah#CarFreeDayMedan#CFDMedan#dprdmedan#EdukasiLingkungan#kitamedandotcom#KritikCFD#MedanBersih#MedanKotaKebanggaan#pemkomedan#SampahCFD