Pungli di Sidebuk Debuk Berastagi Lenyap, Warganet Ramai-Ramai Puji Bobby Nasution

MEDAN — Kabar baik datang dari kawasan wisata Pemandian Air Panas Sidebuk Debuk, Berastagi, Kabupaten Karo. Praktik pungutan liar (pungli) yang selama bertahun-tahun meresahkan wisatawan dikabarkan sudah tidak ditemukan lagi.

Informasi ini menguat setelah beredarnya video pendek di media sosial yang memperlihatkan kondisi terkini di destinasi wisata favorit di kaki Gunung Sibayak tersebut.

Polemik pungutan liar di Sidebuk Debuk sebenarnya bukan isu baru. Praktik ini telah berulang kali terjadi dan menjadi momok bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan pemandian air panas belerang alami di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.

Kasus ini memuncak setelah seorang konten kreator asal Medan berinisial DA mengunggah video yang menunjukkan kekesalannya karena harus membayar pungutan lebih dari satu kali sebelum mencapai lokasi wisata.

“Dua kali, bagaimana mau wisata Karo bagus, kalau banyak kali pengutipan,” ujar DA dalam video yang telah ditonton hampir jutaan kali tersebut.

Video viral itu langsung mendapat respons cepat dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution. Dengan tegas, ia mengultimatum Pemerintah Kabupaten Karo untuk segera menuntaskan persoalan tersebut.

“Sudah saya sampaikan sama jajaran di Pemprov, kalau Pemkab tidak bisa selesaikan, biar kami selesaikan,” ujar Bobby singkat.

Baca Juga : Ancaman Pungli di Destinasi Wisata Sumut, Dinas Provinsi Beri Peringatan Keras: “Jangan Melebihi Aturan!”

Bobby menegaskan bahwa kenyamanan dan rasa aman wisatawan harus menjadi prioritas seluruh pemerintah daerah.

“Jangan sampai kita mengundang orang datang ke Sumatera Utara, tetapi ketika tiba di destinasi justru mendapat pengalaman yang buruk. Wisatawan harus merasa nyaman, aman, dan dihargai,” tegasnya.

Menanggapi ultimatum tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo langsung bergerak cepat. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo, Tomi Kemit, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pengunjung yang terdampak pungutan berlapis.

Langkah nyata pun segera diambil dengan menutup seluruh bentuk retribusi di jalur wisata air panas Sidebuk Debuk hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Tak hanya itu, aparat kepolisian dari Polsek Berastagi juga bergerak. Dua pria terduga pelaku pungli berinisial SS (44) dan ZS (32) berhasil diamankan di depan sebuah warung di jalur wisata tersebut.

Kapolsek Berastagi, AKP Henry D. B. Tobing, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk pungutan liar.

“Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melakukan pungli, khususnya di kawasan wisata,” katanya.

Video terbaru yang beredar di media sosial menunjukkan spanduk resmi yang terpasang di lokasi, menginformasikan bahwa pengunjung tidak lagi dikenakan kutipan liar—baik di akses pertama maupun di titik-titik lain sepanjang jalur menuju pemandian air panas.

Pemilik akun dalam video tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Bobby Nasution yang dinilai telah turun langsung menangani persoalan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Banyak yang menyambut baik hilangnya praktik pungli yang selama ini kerap dikeluhkan. Tak sedikit pula yang memberikan apresiasi kepada pemerintah karena dinilai responsif terhadap aspirasi masyarakat.

Namun, sejumlah warganet juga mengingatkan pentingnya pengawasan berkelanjutan. Mereka menilai praktik pungli di kawasan wisata tersebut pernah berulang dalam beberapa kesempatan, sehingga diperlukan komitmen dan pengawasan yang konsisten agar tidak kembali muncul.

Pemandian Air Panas Sidebuk Debuk merupakan salah satu destinasi unggulan Sumatera Utara. Terletak sekitar 10-15 km dari pusat Kota Berastagi, tempat ini menawarkan pengalaman berendam di air panas belerang alami yang bersumber langsung dari kaki Gunung Sibayak.

Air panas dengan suhu 40-45 derajat Celcius ini dipercaya memiliki khasiat terapi untuk mengobati rematik dan penyakit kulit.

Dengan tiket masuk sekitar Rp10.000 per orang dan buka 24 jam, tempat ini menjadi pilihan favorit wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin melepas penat.

Selain mengapresiasi penertiban pungli, warganet dan pengunjung juga berharap Pemerintah Kabupaten Karo memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan menuju kawasan Sidebuk Debuk. Perbaikan akses jalan dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Gubernur Bobby Nasution sendiri telah menegaskan komitmennya terhadap pengembangan pariwisata di Kabupaten Karo, termasuk melalui berbagai event seperti Festival Bunga dan Buah Tanah Karo yang digelar setiap tahun.

Dengan hilangnya praktik pungli dan potensi perbaikan infrastruktur di masa depan, Pemandian Air Panas Sidebuk Debuk diharapkan semakin bersinar sebagai destinasi wisata kelas dunia di Sumatera Utara.

Kini, wisatawan bisa lebih menikmati keindahan alam tanpa dibayangi kekhawatiran pungutan liar. Selamat berlibur! (FD)

#Berastagi#bobbynasution#KabupatenKaro#Karo#kitamedandotcom#PemandianAirPanas#SidebukDebuk#SumateraUtara#WisataSumutpungliviral