JAKARTA – Gelombang kritik dimulai dari sebuah karakter kartun transgender dalam serial yang sudah dibatalkan, namun menyulut perang budaya yang melibatkan salah satu orang terkaya di dunia.
Elon Musk melancarkan kampanye boikot besar-besaran terhadap Netflix melalui platform X. Pemilik Tesla dan SpaceX ini secara intensif mendorong 227 juta pengikutnya untuk memutuskan langganan Netflix, yang disebutnya mendorong “agenda transgender woke” yang berbahaya bagi anak-anak.
Sumber Kontroversi dan Tanggapan Netflix
Kampanye Musk dipicu oleh karakter transgender bernama Barney dalam serial animasi “Dead End: Paranormal Park” .
· Serial yang Sudah Tamat: Serial ini sebenarnya telah dihentikan sejak 2023 setelah dua musim tayang, dan Netflix tidak sedang mempromosikannya.
· Target Tontonan Anak: Serial ini memiliki rating TV-Y7, yang berarti ditujukan untuk penonton berusia tujuh tahun ke atas.
· Dampak pada Kreator: Hamish Steele, kreator serial tersebut, mengaku menerima “email homofobik dan antisemitik yang sangat jahat” dan memutuskan untuk jeda dari media sosial. Netflix secara resmi memilih untuk tidak memberi komentar mengenai kontroversi ini .
Dampak Keuangan dan Pandangan Analis
Meski viral di media sosial, para analis keuangan meragukan boikot ini akan signifikan memengaruhi Netflix dalam jangka panjang.
Saham Netflix memang tercatat turun 4% selama seminggu, namun secara tahunan masih menunjukkan kenaikan lebih dari 60%. Dengan 301,63 juta pelanggan dan valuasi pasar sekitar US$490 miliar, Netflix dianggap memiliki fondasi bisnis yang sangat solid.
Konteks Personal dan Politik
· Riwayat Keluarga: Musk memiliki anak transgender, Vivian Jenna Wilson, yang secara publik telah mengkritik ayahnya dan menyatakan tidak ingin lagi berhubungan dengannya. Musk sendiri pernah menyatakan bahwa dia “kehilangan anak laki-lakinya” dan menyalahkan “virus pikiran woke”.
· Dukungan Politik: Musk menyetujui usulan anggota parlemen AS, Tim Burchett, untuk memanggil petinggi Netflix menghadiri sidang komite kongres mengenai representasi transgender di platform mereka.
· Standar Ganda Kebebasan Bicara: Banyak pengamat yang mempertanyakan konsistensi Musk yang menyatakan diri sebagai “absolutis kebebasan bicara”, namun kini memimpin kampanye pemboikotan terhadap platform konten. (CNBC)