MEDAN – Bawang putih dan merah merupakan bumbu dapur yang kaya manfaat. Namun, di balik khasiatnya, konsumsi berlebihan ternyata dapat memicu masalah bau badan yang mengganggu. Lantas, apa penyebabnya?
Dr. Amanda Tirta, M.Gizi, seorang Ahli Gizi dari RS Mitra Keluarga, menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh senyawa sulfur yang tinggi dalam bawang, seperti allicin.
“Saat dicerna, senyawa sulfur ini dipecah menjadi senyawa volatil (mudah menguap) bernama allyl methyl sulfide. Senyawa inilah yang tidak dapat dipecah sepenuhnya oleh tubuh dan akhirnya dikeluarkan melalui pori-pori keringat serta paru-paru lewat napas,” jelas Dr. Amanda kemarin.
Senyawa tersebutlah yang menimbulkan aroma khas yang sering dianggap tidak sedap dan bisa bertahan cukup lama di tubuh.
Namun, Dr. Amanda menegaskan bahwa hal ini bukan berarti kita harus menghindari bawang sama sekali.
“Justru, bawang memiliki segudang manfaat yang luar biasa, seperti sifat antibakteri, antioksidan, dan dapat membantu menjaga kesehatan jantung,” tambahnya.
Kunci untuk menghindari bau badan ini, menurutnya, adalah konsumsi dalam jumlah wajar. Efek samping tersebut umumnya hanya muncul jika dikonsumsi secara berlebihan. Dalam porsi normal, bawang tetap aman dan sangat menyehatkan untuk tubuh.
Jadi, Anda tak perlu khawatir untuk menikmati sambal atau masakan berbau lainnya. Asalkan tidak berlebihan, tubuh akan mendapatkan manfaatnya tanpa harus khawatir menimbulkan aroma yang tidak diinginkan. (Red)