Anggota DPRD Minta Evaluasi Penutupan Akses Tol Bandar Selamat, Warga Mengeluh Macet Meningkat!

MEDAN – Penutupan akses jalan di depan Pintu Tol Bandar Selamat oleh Jasa Marga sejak 3 Juni 2025 justru memicu kemacetan parah di jam sibuk (07.00-08.00 WIB & 17.00-18.00 WIB).

Ahmad Afandi Harahap, Anggota Komisi 4 DPRD Medan mendesak evaluasi kebijakan ini karena berdampak buruk bagi arus lalu lintas.

Dampak Penutupan Akses: Truk & Kontainer Dipaksa Putar, Titik Macet Baru Muncul!
Menurut Afandi, pembongkaran dua median jalan di Jalan Letda Sudjono (dekat Jalan Padang dan Sekolah Budi Satrya) malah memperburuk situasi. Kendaraan besar seperti truk dan kontainer kini harus memutar melalui jalan depan Gang Padang dan Budi Satrya, menciptakan titik kemacetan baru.

“Warga mengeluh, kemacetan justru semakin parah. Harus ada solusi cepat!” tegas politisi Fraksi Demokrat ini.

Solusi Jitu: Petugas Dishub & Tambah Traffic Light
Afandi mengusulkan dua solusi mendesak:
1. Penempatan petugas Dishub Medan di persimpangan rawan macet (seperti era Wali Kota Rahudman Harahap).
2. Pemasangan traffic light tambahan untuk mengatur arus kendaraan.

“Dishub Medan sudah saya minta tindak lanjut. Mereka bilang akan dianggarkan,” ujarnya.

Masalah Lama yang Butuh Perhatian Serius
Sebagai warga Letda Sudjono selama 40 tahun, Afandi menegaskan bahwa kemacetan di kawasan ini bukan hal baru. Namun, penutupan akses tol tanpa persiapan matang justru memperkeruh kondisi. (FD)

#dprdmedan#JasaMarga#KemacetanMedan#SolusiTransportasi#TolBandarSelamat