MEDAN – Kabar gembira bagi para pencinta wisata alam Sumatera Utara! Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, resmi mengumumkan pembangunan dua akses jalan baru menuju kawasan Wisata Air Panas Sidebuk Debuk di Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo.
Langkah strategis ini diambil setelah kebijakan penghapusan total pungutan retribusi bagi pengunjung, sekaligus menjadi bagian dari upaya besar menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata unggulan yang lebih tertata, nyaman, dan berdaya saing.
Bupati Karo, Antonius Ginting, menjelaskan bahwa dua jalur baru ini tidak hanya mempermudah akses menuju pemandian air panas, tetapi juga akan menjadi solusi jitu mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan Berastagi, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional.
Berikut rincian dua jalur yang akan dibangun:
1. Jalur Pertama: Menghubungkan Penatapan Berastagi dengan Desa Semangat Gunung.
2. Jalur Kedua: Menghubungkan Jaranguda, Berastagi, dengan Desa Semangat Gunung.
Dengan adanya jalur alternatif ini, wisatawan dari Medan bisa langsung menuju lokasi tanpa harus melewati Doulu yang selama ini menjadi titik kemacetan.
Sementara itu, wisatawan dari Simalungun dan Aceh Tenggara dapat masuk melalui Jaranguda. Bayangkan, liburan akhir pekan ke Air Panas Karo kini lebih lancar, nyaman, dan bebas stres!
Kebijakan penghapusan retribusi ini lahir dari komitmen kuat Pemprov Sumut dan Pemkab Karo setelah polemik pungutan berlapis yang sempat viral di media sosial.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang kreator konten harus membayar pungutan lebih dari satu kali untuk masuk ke kawasan wisata menuai kecaman publik. Dampaknya, jumlah wisatawan dilaporkan merosot drastis hingga 80 persen.
“Kita sudah komitmen tidak ada lagi pungutan kepada pengunjung. Ini menjadi langkah awal untuk menaikkan kelas objek pariwisata kita, kemudian akses yang lebih mudah juga sangat penting,” tegas Bobby Nasution usai menerima audiensi Bupati Karo di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro kemarin.
Tak hanya membangun infrastruktur jalan, Bobby Nasution juga mendorong pembentukan Kampung Wisata di kawasan Air Panas Karo. Kampung wisata ini direncanakan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan:
· Sentra Oleh-Oleh khas Karo
· Food Court dengan aneka kuliner lokal
· Berbagai usaha pendukung pariwisata lainnya yang dikelola langsung oleh warga setempat
“Bisa memanfaatkan CSR pelaku usaha di sana. Beberapa pelaku usaha mengumpulkan dana CSR yang digunakan untuk membangun kampung wisata dan pengelolanya masyarakat,” ujar Bobby.
Langkah ini sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan pengembangan UMKM di Sumatera Utara.
Lantas, bagaimana dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD)? Bupati Karo Antonius Ginting menjelaskan bahwa ke depan, retribusi akan dibebankan langsung kepada pelaku usaha melalui pajak restoran, penginapan, tempat pemandian, parkir, dan sektor usaha lainnya.
“Retribusinya dari situ. Kemudian masyarakat kita yang akan bekerja di sana, seperti parkir, pengutip retribusi, petugas kebersihan, dan lainnya, kita alihkan mereka ke pekerjaan yang profesional,” ujar Antonius. Para pelaku usaha pun telah menyepakati skema ini.
Dengan kebijakan bebas pungutan, pembangunan dua akses jalan baru, serta rencana pengembangan kampung wisata, kawasan Air Panas Sidebuk Debuk kini diproyeksikan menjadi destinasi yang lebih tertata, nyaman, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Karo.
Kawasan ini juga dinilai memiliki potensi ekowisata yang sangat besar untuk wisata kesehatan berbasis air panas, jalur edukasi konservasi, hingga penguatan ekonomi warga lewat homestay dan UMKM.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan Sumut Basarin Yunus Tanjung, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut Chandra Dalimunthe, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, serta jajaran OPD terkait. (Rel)