Kolaborasi Langka Gubsu-DPRD-Warga di Nias Utara: Jalan Mulus, Ekonomi Nyaris Terangkat!

LOTU, NIAS UTARA — Sebuah babak baru dalam sejarah pembangunan Sumatera Utara ditulis di ujung barat Indonesia. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, bersama jajaran Komisi D DPRD Sumut, menginjakkan kaki di Kabupaten Nias Utara pada Kamis (6/8/2026).

Bukan sekadar kunjungan seremonial, rombongan eksekutif dan legislatif ini turun langsung menyapa warga, meninjau proyek infrastruktur, dan membuktikan bahwa kolaborasi nyata bisa mengubah wajah sebuah daerah.

Momen paling mengharukan terjadi di Kecamatan Lotu. Warga yang selama puluhan tahun hanya bisa bermimpi melihat jalan mulus di depan rumah, kini menyaksikan sendiri alat berat mulai meratakan aspal di ruas Jalan Lotu-Lahewa dan Lotu-Tuhemberuwa. Dua ruas vital ini selama ini menjadi momok—rusak parah, becek saat hujan, dan berdebu saat kemarau.

Jalan bukan sekadar beton dan aspal. Bagi warga Nias Utara, ini adalah urat nadi kehidupan. Akses yang selama ini terputus akibat jalan rusak membuat biaya logistik melambung, hasil pertanian dan laut sulit dipasarkan, dan aktivitas ekonomi tersendat.

Jaswin Gea, warga Desa Hilidunda, tak kuasa menahan haru saat berbicara di hadapan Gubernur.

“Jalan ini rusak parah, sudah puluhan tahun sejak saya kecil tidak pernah diperbaiki. Baru kali ini ada Gubernur yang datang dan berkantor di sini memperbaiki jalan ini,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Senada dengan Jaswin, Tarmizi Gea, pengurus BKM setempat, hanya mampu berkata lirih.

“Kami tak pandai berucap. Hanya doa dan Allah lah yang bisa membalas kebaikan Bapak Gubernur,” ujarnya. Kesederhanaan kata-kata itu justru menjadi bukti betapa besar arti kehadiran pemerintah bagi mereka.

Baca Juga : BUMD Sumut Disulap Jadi Penguasa Rumput Laut? Dewan Dorong Hilirisasi Total di Nias Utara!

Kehadiran anggota DPRD Sumut di tengah masyarakat bukan tanpa makna. Ketua Komisi D DPRD Sumut, Timbul Jaya Sibarani (Fraksi Golkar), menegaskan bahwa rombongannya datang untuk melihat langsung progress pembangunan yang digencarkan Gubsu di Kepulauan Nias.

“Setelah kita melihat langsung selama dua hari ini, kita patut bersyukur progress pembangunan sangat positif dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Timbul.

Gubernur Bobby sendiri mengakui peran krusial DPRD dalam mewujudkan proyek ini. “Karena Bapak-Bapak anggota DPRD Sumut inilah anggaran disetujui, maka bisa kita alokasikan anggaran pembangunan ke Kepulauan Nias,” kata Bobby.

Defri Noval Pasaribu dari Fraksi NasDem bahkan menyebut kunjungan bersama ini sebagai sejarah baru. “Ini jadi era baru kolaborasi eksekutif dengan legislatif. Dan semangat ini harus terus kita rasakan dampaknya ke masyarakat,” tegasnya.

Pemprov Sumut tidak main-main. Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias pada 2026 mencapai hampir Rp 500 miliar—meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 300 miliar.

Khusus untuk ruas jalan Lotu-Lahewa sepanjang 2,5 kilometer, digelontorkan anggaran lebih dari Rp 17 miliar. Sementara ruas Lotu-Tuhemberuwa sepanjang 4 kilometer, dikucurkan dana Rp 27 miliar. Kedua proyek menggunakan konstruksi hotmix yang lebih tahan lama.

Selama berkantor di Kepulauan Nias hingga 10 Agustus 2026, Bobby dan jajarannya tidak hanya fokus pada jalan.

Rombongan juga meninjau pembangunan gedung SMPN 4 Sitolu Ori, rehabilitasi SMKN 1 Lotu, peninjauan Puskesmas Lahewa, hingga bertemu dengan pembudidaya rumput laut.

Ini adalah kali kedua Gubernur termuda di Indonesia itu berkantor di Nias. Program berkantor di Nias akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan sebuah komitmen yang belum pernah dilakukan gubernur mana pun sepanjang 78 tahun sejarah Sumatera Utara. (Rel)

#bobbynasution#DPRDSumut#JalanMulus#kitamedandotcom#KolaborasiBangunNegeri#NiasBangkit#NiasUtara#PembangunanInfrastruktur#SumutMaju