LANGKAT — Ambulans yang disebut membawa jenazah terbalik di Langkat, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 13.45 WIB. Kendaraan bernomor BK 7572 DO itu melaju dari arah Medan menuju Aceh. Insiden ini bukan kecelakaan biasa karena melibatkan ambulans yang sedang bertugas.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Langkat, Ipda Budi Sihotang, menjelaskan kronologi awal. Saat hendak mendahului mobil di depannya, dari arah berlawanan muncul kendaraan. Diduga menghindari tabrakan, sopir ambulans membanting setir ke kiri. Akibatnya, ambulans kehilangan kendali dan terbalik.
“Pada saat itu mobil ambulans datang dari arah Medan menuju Aceh,” ujar Budi, Senin (21/9/2026). Ia menambahkan, ambulans diduga banting setir ke kiri sehingga terbalik. Informasi awal menyebut ambulans itu milik RSU Bidadari. “Infonya RSU Bidadari,” kata Budi.
Meski membawa jenazah, tidak ada korban jiwa. Namun, sopir ambulans diduga mengalami luka-luka.
Polisi menyebut pihak yang terlibat tidak bersedia ditangani lebih lanjut. Hingga berita ditulis, pihak RSU Bidadari belum berkomentar saat dikonfirmasi wartawan.
Yang perlu dicatat, status kepemilikan ambulans masih informasi awal. Belum ada keterangan resmi rumah sakit. Beberapa pertanyaan belum terjawab: bagaimana kondisi jenazah, apakah ada penumpang lain, dan apa penyebab pasti kecelakaan. Publik diminta tidak menyimpulkan terlalu jauh sebelum ada klarifikasi.
Insiden ini jadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, terutama kendaraan darurat. Ambulans yang bertugas harus mengutamakan prosedur, kecepatan terkendali, dan kewaspadaan. Pengguna jalan diharapkan memberi prioritas bagi ambulans.
Perkembangan kasus ini menarik ditunggu. Apakah polisi mendalami penyebab kecelakaan? Apakah pihak rumah sakit buka suara? Bagaimana kondisi sopir setelah insiden? Semua masih menunggu konfirmasi.
Redaksi mengimbau informasi dikonsumsi bijak. Jangan sebarkan foto atau video korban tanpa kebutuhan. Fokus pada fakta terverifikasi: ambulans terbalik di Langkat, diduga milik RSU Bidadari, tidak ada korban jiwa, sopir diduga luka, dan pihak terkait belum bersedia ditangani lebih lanjut.
Kecelakaan ini bukan sekadar berita viral. Ada pesan keselamatan, transparansi informasi, dan empati bagi keluarga jenazah. Publik berhak tahu, tetapi tetap dengan cara bertanggung jawab. (FD)