Bukan Sekadar Beasiswa: Begini Cara Bobby Nasution Bangun “Benteng” Kesehatan Nias dari Akar

GUNUNGSITOLI — Di balik megahnya gedung kampus, ada jeritan yang tak terdengar. Dari 66 mahasiswa baru yang diterima di Poltekkes Kemenkes Medan Kampus Gunungsitoli pada semester pertama, hanya 23 yang bisa melangkah ke ruang kuliah.

Sisanya, 43 orang atau hampir 65%, terpaksa gigit jari. Bukan karena tak lulus, tapi karena kantong kering.

Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah alarm bagi masa depan layanan kesehatan di Kepulauan Nias.

Minggu (9/8/2026), Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution datang langsung ke kampus tersebut.

Ia tak hanya mendengar laporan, tapi langsung merespons dengan gebrakan menyiapkan skema beasiswa kolaboratif untuk memastikan tak ada lagi calon perawat dan tenaga kesehatan yang putus di tengah jalan.

Baca Juga : Bobby Nasution Tidur Satu Atap dengan 5.575 Pramuka, Janjikan Beasiswa Hingga Lulus Kuliah

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Di satu sisi, Kepulauan Nias masih membutuhkan tenaga kesehatan yang memadai. Di sisi lain, anak-anak kita harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik,” tegas Bobby.

Bagi Bobby, investasi di bidang pendidikan kesehatan adalah fondasi. Ia tak ingin pembangunan kesehatan di Nias hanya sekadar “tambal sulam” dengan mengandalkan tenaga dari luar.

Maka, ia menggagas kolaborasi “triple helix” antara Pemprov Sumut, pemerintah kabupaten/kota se-Kepulauan Nias, dan rumah sakit-rumah sakit setempat.

Skema ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan pendidikan, sehingga mahasiswa bisa fokus belajar tanpa dibebani biaya.

“Ini bukan sekadar beasiswa. Ini adalah cara kita membangun peradaban kesehatan dari akar,” ujar Bobby.

Langkah ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Pemprov Sumut telah mengirimkan 18 calon dokter spesialis ke Nias dan memberikan beasiswa kepada 5 dokter umum untuk menjadi spesialis.

Kini, perhatian bergeser ke level yang lebih fundamental: mencetak tenaga kesehatan vokasi dari putra-putri Nias sendiri.

Bobby menegaskan, ke depan pihaknya akan menghitung skema pendanaan yang paling efektif.

“Kita ingin memastikan anak-anak Nias memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan mereka. Dengan begitu, mereka nantinya dapat kembali mengabdi dan memperkuat pelayanan kesehatan di daerahnya,” pungkasnya.

Dengan komitmen ini, harapan akan lahirnya tenaga kesehatan kompeten yang benar-benar memahami kultur dan kebutuhan masyarakat Nias bukan lagi mimpi. Ini adalah awal dari revolusi layanan kesehatan di ujung barat Sumatera. (Rel)

#BeasiswaNias#bobbynasution#KesehatanNias#kitamedandotcom#NiasBangkit#PendidikanUntukSemua#PoltekkesGunungsitoli#SDMKesehatan#SumutBerkah#SumutMajukolaborasi