SIMALUNGUN – Tindakan kemanusiaan yang menyentuh hati tersaji di Pondok Persulukan Serambi Babussalam, Nagori Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (14/7/2025).
Di tempat sederhana itu, Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih menyerahkan bantuan kursi roda kepada Jayaman Rajagukguk, warga Huta Tengkolan, Nagori Jawa Tongah 2, yang sejak kecil mengalami kelumpuhan fisik.
Bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap penyandang disabilitas, yang dipicu oleh inisiatif luhur Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Ahmad Sabbah Rajagukguk Elrahmany.
Dua hari sebelum acara berlangsung, TGB menyampaikan langsung kepada Bupati permohonan bantuan kursi roda bagi Jayaman.
Permohonan itu segera ditanggapi secara cepat dan tulus oleh Bupati. Tak lama berselang, permintaan itu terwujud dalam penyerahan langsung kursi roda yang digelar di pondok persulukan yang selama ini dikenal sebagai tempat menanam nilai-nilai keikhlasan dan kasih sayang.
Didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Simalungun Osnidar Marpaung, Bupati tampak ramah dan hangat saat memberikan bantuan tersebut. Tatapan dan gesturnya mencerminkan ketulusan hati seorang pemimpin yang hadir bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi benar-benar peduli pada warganya.
“Saya berharap kursi roda ini dapat membantu Jayaman menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan mandiri,” ucap Bupati Anton Ahmad Saragih usai penyerahan bantuan, disambut anggukan haru dari keluarga Jayaman.
Momen haru tak bisa dibendung saat ibunda Jayaman, Sarmariah br. Sirait, menerima bantuan tersebut. Air mata mengalir di pipinya, menyertai ungkapan syukur yang keluar dari hatinya. “Kursi roda ini bukan hanya alat bantu. Ini adalah harapan baru untuk anak saya. Terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah peduli,” ujar Sarmariah dengan suara bergetar.
Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan Camat Hatonduhan Riyan Pakpahan, Pangulu Nagori Jawa Tongah Frandy Rajagukguk, sejumlah tokoh masyarakat, dan pejabat lainnya. Kebersamaan para pemangku kepentingan dalam kegiatan ini mempertegas bahwa kepedulian terhadap kaum disabilitas adalah tanggung jawab bersama.
Apa yang dilakukan Bupati Simalungun bukanlah sekadar formalitas seremonial, melainkan cerminan kepemimpinan yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan. Sikap ini layak menjadi contoh bahwa pemerintah hadir bukan hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam tindakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.(RS)