Gebrakan Dinsos Sumut 2026: 5 Sekolah Rakyat Terintegrasi SD-SMA Siap Cetak Generasi Emas Bebas Kemiskinan

MEDAN – Sebuah revolusi pendidikan sedang terjadi di Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sosial (Dinsos) tengah mematangkan rencana pembangunan 5 (lima) lokasi baru Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi yang ditargetkan beroperasi penuh pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Langkah monumental ini merupakan bagian dari program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Dr. Illyan Chandra Simbolon, menegaskan bahwa pemindahan dan pemusatan lokasi belajar ke gedung baru yang lebih mandiri dan terintegrasi menjadi fokus utama agenda kerja tahun ini.

“Pengalihan dan pemusatan lokasi belajar ke gedung baru yang lebih mandiri dan terintegrasi menjadi fokus utama dalam agenda kerja tahun ini,” ujarnya.

Targetnya memastikan seluruh siswa mendapatkan fasilitas belajar yang aman, representatif, dan mendukung perkembangan potensi mereka secara menyeluruh.

Berikut rincian 5 lokasi pembangunan Sekolah Rakyat baru di Sumatera Utara:

1. Kota Medan – Jl. Tanjung Selamat, Kec. Medan Tuntungan
Pembangunan di atas lahan seluas sekitar 6 hektare ini telah mencapai progres hampir 100 persen dan ditargetkan mulai beroperasi Juli 2026. Seluruh siswa yang sebelumnya berada di Sentra Bahagia dan BBVP Kota Medan akan dialihkan ke lokasi baru yang representatif ini.

Baca Juga : Bobby Nasution Pastikan Sekolah Rakyat Padangsidimpuan Rampung Juli 2026: Terobosan Pendidikan Gratis untuk Sumut!

2. Kabupaten Deli Serdang – Desa Tandem Hilir I, Kec. Hamparan Perak
Dengan luas lahan mencapai 7,06 Hektar, lokasi ini akan menampung lebih dari 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA. Siswa yang sebelumnya ditampung di Sentra Insyaf akan dipindahkan ke gedung permanen yang ditargetkan rampung Juli 2026.

3. Kabupaten Serdang Bedagai – Desa Liberia, Kec. Teluk Mengkudu
Dibangun di atas lahan 5,5 Hektar, sekolah ini akan menggantikan fasilitas sementara di Kampus V UIN-SU Tebing Tinggi.

4. Kota Padang Sidempuan – Kompleks SMKN Pertanian, Jl. Perintis Matinggi
Diproyeksikan melayani siswa lintas kabupaten/kota se-Sumatera Utara dengan jenjang pendidikan berkesinambungan SD, SMP, hingga SMA.

5. Kabupaten Tapanuli Selatan – Desa Tolang & Desa Janji Mauli, Kec. Sipirok
Seluruh siswa yang sebelumnya belajar di eks-Balai Latihan Kerja (BLK) Tapanuli Selatan akan dipindahkan ke lokasi baru yang telah disiapkan.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai lembaga pendidikan terintegrasi dalam satu kawasan, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan sistem asrama (boarding school). Sekolah Rakyat Terintegrasi II Medan memiliki kapasitas sekitar 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa SD serta masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

Fasilitas yang disediakan sangat komprehensif: ruang kelas, laboratorium, asrama putra dan putri, ruang makan, gedung ibadah, aula multifungsi, amphitheater, lapangan sepak bola, mini soccer, lapangan basket, hingga sarana olahraga lainnya.

Yang paling menggembirakan: seluruh biaya pendidikan, asrama, makan, hingga fasilitas penunjang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah selama 12 tahun!

Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (kriteria Desil 1 dan 2) yang memiliki prestasi akademik unggul, atau mereka yang mengalami putus sekolah dan mendapatkan izin orangtua.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan, Jumat (3/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, AHY menyebut progres pembangunan sekolah hampir mencapai 100 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.

“Yang kita bangun di sini bukan hanya fisik. Yang kita bangun adalah masa depan. Kita ingin memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan perhatian dan bantuan secara ekonomi tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita mereka,” ujar AHY.

AHY menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Kita ingin melakukan intervensi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terjangkau, pendidikan yang berkualitas, bahkan di sini seluruhnya gratis, mulai dari diterima hingga lulus,” tegasnya.

“Cara paling mulia dan paling berkelanjutan untuk mengubah nasib keluarga adalah melalui pendidikan,” pungkas AHY.

AHY mengungkapkan bahwa pembangunan lima Sekolah Rakyat di Sumatera Utara menelan anggaran sekitar Rp 1,25 triliun, dengan masing-masing sekolah membutuhkan biaya kurang lebih Rp 250 miliar.

Pemerintah pusat menargetkan pembangunan 104 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga menargetkan pembangunan 33 Sekolah Rakyat di Sumatera Utara, dengan satu sekolah di setiap kabupaten/kota.

“Ini adalah investasi bagi masa depan bangsa. Terutama keluarga yang membutuhkan perhatian, membutuhkan bantuan secara ekonomi, ini bisa melanjutkan pendidikan dengan baik, dengan layak,” tutup AHY. (Rel)

#BoardingSchool#DinsosSumut#IndonesiaMaju#kitamedandotcom#PendidikanGratis#ProgramPrioritasPrabowo#SekolahRakyat#SekolahTerintegrasiSumut