Bobby Nasution di HUT RI ke-81: Kolaborasi Panjat Pinang & Mengupas Duri Demi Indonesia Emas 2045

MEDAN — Usianya baru 33 tahun saat dilantik, menjadikannya gubernur termuda di Indonesia. Tapi Muhammad Bobby Afif Nasution tak ingin sekadar muda, ia ingin membuktikan bahwa kemerdekaan bukan hanya seremoni—tapi kerja nyata yang dirasakan rakyat.

Di malam Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 RI di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (17/8/2026), Bobby tampil beda. Ia dan Wakil Gubernur Surya kompak mengenakan busana adat kebanggaan Sumut sebuah simbol bahwa pemimpin harus dekat dengan akar budaya dan rakyatnya.

Sebelumnya siang hari, ia bahkan sengaja turun ke lapangan di bawah terik matahari dalam upacara bendera, menolak berdiri di pendopo yang teduh. “Biar ikut panas-panasan,” katanya tegas.

Di hadapan para Konsul Jenderal negara sahabat dan Forkopimda Sumut, Bobby menyampaikan pesan keras:

“Cita-cita itu baru cukup kalau sudah menjadi kenyataan dan sudah tercapai.”

Sumut, katanya, punya kekayaan luar biasa—Danau Toba yang mendunia, sumber daya alam melimpah, dan posisi strategis. Tapi semua itu percuma tanpa kolaborasi.

Baca Juga : Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI, Wagub Surya: Kolaborasi adalah Kunci Percepatan Pembangunan Sumut

Bobby mengajak seluruh elemen pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan negara sahabat bersatu membangun. Ini bukan sekadar wacana, melainkan kunci menuju Indonesia Emas 2045.

Bobby menyoroti analogi brilian dari Konjen Malaysia, Shahril Nizam Abdul Malek, yang mengibaratkan pembangunan seperti lomba panjat pinang:

“Untuk mencapai puncak, tidak ada satu pihak pun yang dapat berdiri sendiri. Ada yang memanjat, menopang, memberi arah, memastikan agar tidak terjatuh.”

Hadiah di puncak bukan sekadar perlombaan melainkan kemakmuran, kesempatan, dan masa depan lebih baik bagi seluruh masyarakat Sumut.

Bobby juga mengapresiasi pesan Konjen Malaysia tentang pentingnya membuka duri yang menghambat pembangunan. “Jangan mempersulit orang. Kita saja kalau dipersulit, kesalnya luar biasa,” ujarnya.

Konjen Malaysia memakai metafora durian potensi Sumut menarik dari luar, tapi butuh cara tepat untuk menikmatinya. Kalau salah membuka, yang terluka justru kita sendiri.

“Kalau terlalu banyak duri, investor mungkin memilih makan buah lain,” tegas Shahril.

Pesan ini jelas birokrasi yang rumit adalah musuh investasi dan kesejahteraan. Bobby berkomitmen menghadirkan pelayanan publik terbaik dan kemudahan berusaha.

Bobby optimis Sumut bisa jadi “emas yang paling bersinar” di 2045. Dengan sinergi kuat, penguatan investasi, pengelolaan potensi berkelanjutan, dan peningkatan SDM Sumut siap bersaing global.

Acara ini turut dihadiri Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Wagub Surya, Forkopimda, pimpinan BUMD, para rektor, dan Paskibraka.

HUT RI ke-81 menjadi panggung penting bagi Bobby Nasution untuk menegaskan visi besarnya. Kemerdekaan, baginya, adalah panggilan untuk bertindak.

Kolaborasi, kerja nyata, dan keberanian membuka duri adalah jalan menuju Indonesia Emas 2045. (Rel)

#bobbynasution#DanauToba#HUTRI81#IndonesiaEmas2045#KerjaNyata#kitamedandotcom#PanjatPinang#PembangunanSumut#SumutMajukolaborasiviral