MEDAN – Proses revalidasi Geopark Kaldera Toba oleh UNESCO akhirnya rampung digelar sejak 21 Juli 2025. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, menyatakan optimisme besar bahwa Kaldera Toba akan kembali meraih status “green card” dari UNESCO.
“Kami sudah melakukan persiapan maksimal, mulai dari tingkat kabupaten hingga internasional. Semoga hasilnya positif,” ujar Bobby usai menjamu makan malam bersama asesor UNESCO, Dr. Jeon Yongmun dan Prof. Jose Brilha, di Rumah Dinas Gubernur, kemarin malam.
Sinergi Kuat Jadi Kunci Sukses Revalidasi
Bobby menekankan, keberhasilan revalidasi ini berkat kolaborasi solid antara Pemprov Sumut, pemerintah daerah sekitar Danau Toba, serta kementerian terkait.
“Kami sepakat, menjaga Danau Toba berarti menjaga warisan leluhur dan anugerah Tuhan untuk umat manusia,” tegasnya.
Meski optimis, Bobby mengaku asesor UNESCO memberikan beberapa catatan perbaikan. Namun, hal ini justru menjadi bahan evaluasi untuk pengelolaan yang lebih baik ke depan.
Rekomendasi UNESCO & Persiapan Intensif
Azizul Kholis, General Manager Geopark Kaldera Toba mengungkapkan bahwa persiapan revalidasi dilakukan dalam waktu singkat berkat komitmen tinggi Gubernur Bobby Nasution.
“Tanpa dukungan pemimpin, ini mustahil terwujud. Ini bukan hanya tentang pariwisata, tapi juga prestasi Sumut di mata dunia,” jelas Azizul.
Beberapa rekomendasi UNESCO yang telah dipenuhi meliputi:
✅ Penelitian & usulan geosite baru
✅ Inventarisasi warisan alam dan budaya
✅ Peningkatan panel informasi dan visibilitas
✅ Keaktifan dalam Global Geopark Network (GGN). (Rel)