Gubernur Bobby Nasution Pimpin Kolaborasi Mega Proyek PSEL Medan Raya

MEDAN – Kabar besar menghantam sektor energi dan lingkungan Sumatera Utara! Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi menginisiasi kolaborasi megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Medan Raya.

Bukan sekadar tempat pembuangan akhir biasa, ini adalah pabrik raksasa yang akan mengubah gunungan sampah menjadi aliran listrik hijau.

Setelah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis dengan Danantara beberapa waktu lalu, proyek ini kini melesat ke tahap berikutnya groundbreaking pada 2026!

Targetnya? Beroperasi penuh dan langsung memecahkan dua masalah besar kota sekaligus.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Heri Wahyudi Marpaung, mengungkapkan detail mengejutkan dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut belum lama ini.

“Proses lelang sudah dimulai Mei 2026, dan tahun yang sama kita akan lakukan peletakan batu pertama,” tegas Heri.

PSEL canggih ini akan berdiri di Kelurahan Terjun, Kota Medan. Dengan total lahan yang diperluas dari 5 hektare menjadi 9 hektare, fasilitas ini dirancang untuk melahap 1.200 hingga 1.700 ton sampah per hari.

Baca Juga : Sumut Gali Potensi PAD Baru dari Kawasan Hutan, Tahura Bukit Barisan Jadi Andalan

Rinciannya: 1.200 ton dari Kota Medan dan 500 ton dari Kabupaten Deliserdang. Semua jenis sampah, organik maupun anorganik, akan masuk ke mesin modern ini—bukan ditimbun!

Yang paling mencengangkan: PSEL Medan Raya tidak hanya membersihkan lingkungan. Proses pembakaran sampah dengan teknologi ramah lingkungan akan menghasilkan listrik sebesar 15 megawatt (MW).

Energi ini nantinya akan langsung dikelola dan disalurkan ke jaringan PLN, menerangi ribuan rumah di Sumut. Inilah energi terbarukan dari hal yang selama ini dianggap limbah.

Heri menjelaskan bahwa Gubernur Bobby Nasution menjadi motor utama yang menyatukan seluruh pihak.

“Beliau menginisiasi ini. Pemkot Medan dan Pemkab Deliserdang sudah menyanggupi kuota sampahnya. Danantara pun menyiapkan armada pengangkut modern,” ujarnya.

Tak hanya itu, air baku yang vital untuk operasional PSEL sudah dijamin. PDAM Tirtanadi menyiapkan suplai air bersih sebesar 1.000 meter kubik per hari. Dengan kesiapan infrastruktur dan pendanaan yang matang, proyek ini dipastikan tidak akan mandek.

“Inilah kesiapan kita semua mendukung pembangunan PSEL. Mulai dari lahan, air, listrik, hingga armada sudah diperhitungkan secara menyeluruh,” pungkas Heri penuh optimisme.

Proyek ini bukan hanya solusi sampah, tapi lompatan besar Sumut menuju energi hijau dan investasi berkelanjutan. PSEL Medan Raya menjadi bukti nyata bahwa sampah adalah emas yang menunggu untuk dibakar menjadi cahaya. Nantikan groundbreaking 2026! (Rel)

#bobbynasution#Danantara#EnergiTerbarukan#GreenEnergy#Groundbreaking2026#Kitamedandotcon#MedanBerkelanjutan#PSELMedanRaya#SampahJadiListrik#SumutMaju