Tak Hanya Apel, Satgas Gabungan POLRESTABES MEDAN dan Pemkot Medan Gunakan Drone & Teknologi Cerdas di SPBU Cemara. Simak Strategisnya!
MEDAN – Langkah progresif Polrestabes Medan pimpinan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengguncang Medan Timur!
Bersama Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mereka tak hanya menggelar apel rutin, tetapi meluncurkan Patroli Hybrid 4.0—kombinasi teknologi drone, CCTV real-time, dan tim darat—untuk membungkus aksi tawuran, narkoba, dan kriminalitas selama Ramadan 2025. Kegiatan ini digelar di SPBU Cemara (Jalan Krakatau), Jumat malam kemarin.
Fokus Unik: Teknologi vs Tawuran
Berbeda dari patroli konvensional, Polrestabes Medan mengintegrasikan tiga terobosan:
1. Drone Pengintai, memantau lokasi rawan seperti gang sempit dan titik kumpul remaja.
2. Aplikasi Lapor Tawuran, warga bisa langsung mengirim video/laporan via platform #MedanAman#.
3. Posko Digital, koordinasi real-time antara Satgas, Bhabinkamtibmas, dan komunitas pemuda.
Walikota Medan menegaskan
ini bukan sekadar gebyar seragam. “Kami gunakan teknologi untuk memutus mata rantai tawuran. Setiap kecurigaan akan langsung ditindak dalam 10 menit,” tutur Rico.
Kapolrestabes Gidion menambahkan kami targetkan 0 kasus tawuran di Medan Timur selama Ramadan. Patroli hybrid ini akan jadi model keamanan nasional.
Lokasi Strategis & Data Rahasia
SPBU Cemara dipilih bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Polrestabes Medan, lokasi ini menjadi hotspot peralihan pelaku tawuran ke wilayah Helvetia dan Medan Barat. Di 2024, tercatat 18 kasus bentrok terjadi dalam radius 1 km dari SPBU tersebut.
Deretan Pejabat yang Hadir:
– Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan (Ahli Hukum Kriminal)
– Walikota Medan : Rico Tri Putra Bayu Waas
– Kasat Narkoba: AKBP Thommy Aruan (Penyidang 15 Kasus Narkoba 2024)
– Kapolsek Medan Timur : Kompol Briston Agus (Pencetus Sistem Patroli QR-Code)
Kata Kunci Viral dari Walikota
“Bagi remaja yang ingin tawuran, siap-siap wajahmu masuk drone kami dan viral di medsos. Kami tak segan blacklist pelaku,” ungkap Rico.
Aksi Nyata yang Bikin Geger
1. Sweeping Kos-Kosan Misterius: Satgas akan sidak 50 kos-kosan yang diduga jadi markas pelaku tawuran.
2. Rehabilitasi Khusus Remaja: Pelaku tawuran wajib ikut program “Medan Bangkit” bersama psikolog dan eks narapidana.
3. Reward Pelapor: Warga yang melapor via aplikasi berkesempatan dapat voucher belanja senilai Rp 500 ribu.
Penutup Revolusioner
Kolaborasi Polrestabes Medan dan Pemkot ini bukan sekadar gertakan. Masyarakat diajak menjadi mata-mata digital dengan mengunggah bukti kriminal di media sosial menggunakan tagar **#MedanSiaga2025**.
Setiap laporan akan dipantau langsung oleh Kapolrestabes Gidion via dashboard khusus.
#antitawuran #polrestabesmedan**
(FD)