LANGKAT – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengambil langkah cepat menanggapi insiden jalan amblas di Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, yang terjadi pada Sabtu (27/9/2025).
Kerusakan jalan yang diduga akibat abrasi sungai dan beban kendaraan berlebih ini dinilai darurat karena mengancam keselamatan pengendara dan pemukiman warga.
Kondisi ruas jalan yang semakin menyempit dan langsung berbatasan dengan aliran Sungai Batang Serangan memicu kekhawatiran serius. Warga setempat mengungkapkan ketakutan akan keselamatan mereka dan kemungkinan perluasan amblesan yang bisa mencapai rumah-rumah penduduk.
Koordinasi Intens untuk Solusi Permanen
Dalam kunjungannya, Gubernur Bobby tidak hanya meninjau lokasi tetapi juga langsung berdiskusi dengan masyarakat, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, serta Kadis PUPR Sumut Hendra Dermawan Siregar. Fokus pertemuan adalah membagi tugas dan menyusun langkah strategis agar perbaikan yang dilakukan tidak berulang.
Rencana Aksi Konkret: Sistem Turap dan Perbaikan Menyeluruh
Kepala Dinas PUPR Sumut, Hendra Dermawan Siregar, menegaskan bahwa penanganan jalan provinsi ini akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemprov Sumut, dengan tetap berkoordinasi erat bersama Pemkab Langkat dan pihak perkebunan di sekitar lokasi.
Berikut adalah poin-poin rencana penanganan yang diungkapkan:
· Skala Pekerjaan: Perbaikan akan mencakup ruas jalan sepanjang 500 meter hingga 1 kilometer dan pembuatan dinding sungai (turap) sepanjang 700-800 meter.
· Metode: Akan diterapkan sistem turap pada dinding sungai untuk mengatasi abrasi dan memastikan perbaikan bersifat permanen.
· Jadwal: Proses perencanaan teknis sedang berlangsung, dengan target pelaksanaan fisik dimulai pada tahun depan (2026).
Langkah ini diharapkan dapat mengamankan infrastruktur vital tersebut dan mengembalikan kenyamanan serta keamanan bagi masyarakat dan para pengguna jalan. (Rel)