MEDAN – Biasanya ruang rapat dipenuhi gelagat tegang dan tumpukan berkas. Namun suasana berbeda pekan ini di Lapangan Taman Cadika, Medan Johor.
Ribuan pegawai Pemko Medan justru larut dalam gelak tawa dan sorak-sorai dalam Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI. Acara yang berlangsung 22–23 Agustus 2026 ini menghadirkan 13 perlombaan unik yang menguji nyali, kekompakan, sekaligus memicu tawa.
Bayangkan, para peserta pria harus bermain Futsal Gembira dengan mengenakan sarung! Belum lagi lomba Pukul Guling di Atas Danau yang menantang keseimbangan, Lomba Pidato POV Wali Kota, Fashion Show bertema kemerdekaan, hingga lomba Balap Karung dengan Helm yang pastinya mengocok perut.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang hadir bersama Ketua TP PKK Ny. Airin Rico Waas, tak sekadar menonton.
Ia turun langsung menjajal tenis meja dan ikut bermain dam batu (domino) bersama para pegawai. Kehadiran orang nomor satu di Pemko Medan ini sontak membakar semangat sportivitas dan keakraban.
Namun puncak kemeriahan terjadi pada hari kedua, Minggu (23/8/2026). Suasana mendadak berubah! Aroma harum bumbu masakan memenuhi arena. Para pejabat tinggi yang sehari-hari memegang berkas rapat, berganti peran menjadi juru masak dalam Lomba Memasak Nasi Goreng.
Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap kompak turun ke meja racik. Momen ini menjadi sejarah tersendiri. Zakiyuddin mengaku ini adalah pengalaman pertama seumur hidupnya memasak nasi goreng! “Luar biasa. Pertama kali dalam hidup saya, saya masak nasi goreng,” ujarnya sambil tertawa.
Kekompakan juga ditunjukkan Pj Sekda Erfin Fahrurrazi bersama Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, serta jajaran pimpinan perangkat daerah lainnya.
Mereka terlihat kerepotan mengendalikan api dan meracik bumbu. Berbagai kreasi unik pun muncul—ada yang menambahkan nanas dan labu untuk memberikan cita rasa beda!
“Yang penting kita lihat tadi bapak-bapak semuanya yang masak. Bapak-bapak harus sering masak di rumah juga. Soalnya kreasinya cantik-cantik, ada yang pakai nanas, ada yang pakai labu, macam-macam,” seloroh Rico Waas.
Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi dan solidaritas antar jajaran ASN.
“Kita harapkan seluruh rekan-rekan Pemko dan keluarga benar-benar merasakan semaraknya 17 Agustus, makin mencintai bangsa ini, makin mencintai kota ini, kompak, solid,” pungkas Rico.
Acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi bukti nyata bahwa kebersamaan dan keakraban bisa tercipta di luar tembok kantor. (Rel)