Pasutri di Medan Jadi Korban Begal Bersajam dan Pistol, Motor & HP Raib Saat Hendak Kerja – Tak Ada Pengendara Berhenti Tolong

MEDAN – Aksi begal sadis kembali mengguncang Kota Medan. Kali ini korbannya adalah pasangan suami istri, Jefri Harefa (32) dan Citra Manullang (30), yang menjadi sasaran komplotan bersenjata di Jalan Flamboyan, dekat Perkebunan Muslim, Kecamatan Medan Timur, pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kejadian nahas itu bermula saat keduanya hendak berangkat kerja ke kawasan Cemara Asri dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 3859 MBK. Rute yang biasa mereka lalui setiap hari dari Jalan Purwosari menuju Jalan Flamboyan hingga Jalan Cemara mendadak berubah mencekam.

“Saya kira kecelakaan biasa,” ujar Jefri saat ditemui, Rabu (29/4/2026).

Saat melintas di kebun muslim, tiga sepeda motor dari arah berlawanan sengaja menabrak mereka hingga terjatuh ke aspal. Citra terseret beberapa meter dan langsung terduduk lemas. Namun, sebelum sempat bangun, enam orang pelaku langsung mengelilingi mereka.

Baca Juga : Timah Panas Untuk Residivis Begal Sadis di Medan: Sayat Lengan Korban Siang Bolong, Kini Terkapar di RS

Satu pelaku menodongkan benda mirip pistol ke arah kepala Jefri, sementara lainnya mengacungkan celurit dan klewang. “Aku ditodong pistol, jadi aku diam. Nggak tahu asli atau palsu, yang jelas aku lihat benda itu,” kenangnya dengan suara bergetar.

Dalam hitungan detik, Honda Beat kesayangan, dua unit handphone, dompet, dan barang berharga lainnya digondol habis. Tak ada perlawanan berarti—nyawa lebih berharga.

Tak Ada Pengendara Berhenti Tolong

Lebih menyakitkan lagi, pasca-perampokan, Jefri dan Citra berteriak histeris meminta pertolongan kepada pengendara yang melintas. Namun selama tiga menit, tak satu pun berhenti. “Kami minta tolong untuk mengejar, tapi tidak ada yang berhenti,” sesal Jefri.

Akibat insiden ini, Citra mengalami luka parah di bagian mulut hingga gigi patah akibat benturan dengan aspal. Keduanya kini juga mengalami trauma berat, terutama saat melewati jalan sepi.

“Motor itu sumber penghasilan kami. Kami punya anak. Kami sangat berharap bisa dibantu,” ujar Jefri lirih.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M Butarbutar, membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar. Laporan sudah kami terima. Pelaku akan kami kejar,” tegasnya.

Polisi mengonfirmasi bahwa pelaku menggunakan senjata tajam, namun untuk senjata api masih diduga palsu atau replika.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki identitas keenam begal yang diduga kerap beraksi di kawasan Medan Timur. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalan sepi pada dini hari.

Kasus ini menjadi pengingat daruratnya keamanan jalan raya. Jangan biarkan pasutri pekerja keras seperti Jefri dan Citra kehilangan satu-satunya alat mencari nafkah. Viral agar polisi bertindak cepat dan pelaku segera ditangkap! (HEN)

#BegalMedan#JalanFlamboyan#kitamedandotcom#KriminalitasMedan#MedanHariIni#PasutriKorbanBegal#PolisiKejarBegal#ViralMedan