SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkuat peran dalam pembinaan generasi muda serta menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut.
Pesan itu disampaikan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih melalui Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VIII MUI Kabupaten Simalungun di Gedung MUI Simalungun, Kecamatan Siantar, Sabtu (5/9/2026).
Musda yang mengusung tema “Peningkatan Peran Majelis Ulama Indonesia sebagai Khadimul Ummah dan Shodiqul Ummah, Mitra Pemerintah dalam Mewujudkan Simalungun Maju” itu diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari pengurus MUI kecamatan, organisasi Islam, ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Anton menilai MUI memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai rujukan keagamaan tetapi juga penjaga nilai moral dan sosial.
“MUI mempunyai kedudukan yang sangat strategis. Ulama bukan hanya tempat umat bertanya mengenai persoalan keagamaan, tetapi juga menjadi penuntun, penyejuk, sekaligus penjaga nilai dan moral dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Anton dalam sambutan yang dibacakan Sekda.
Ia mendorong MUI lebih aktif melakukan pembinaan generasi muda melalui dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
Selain itu, MUI juga diharapkan berperan dalam penguatan ekonomi umat, peningkatan kepedulian sosial, serta menjaga persaudaraan antarumat beragama.
Baca Juga: Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Masuk Rantai Pasok MBG
“Kita harus terus menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta kerukunan antarumat beragama dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak mengatakan pengurus MUI memikul tanggung jawab moral untuk memberikan nasihat dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat.
Menurutnya, menjadi pengurus MUI bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah yang menuntut integritas, kompetensi, dan keteladanan.
“Menjadi pengurus MUI bukan sekadar kehormatan, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab besar kepada umat serta di hadapan Allah SWT,” kata Maratua.
Musda VIII MUI Simalungun juga menjadi forum evaluasi program kerja dan pemilihan kepengurusan baru untuk periode berikutnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemkab Simalungun, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. (RS)