Sri Rezeki Peringatkan Siaga Ancaman Banjir dan Abu Vulkanik Sinabung

MEDAN – Dua ancaman besar membayangi Kota Medan secara bersamaan: banjir bandang akibat cuaca ekstrem yang kian tak menentu, serta kabut abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung yang mulai merambat masuk ke ibu kota Sumatera Utara.

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hj. Sri Rezeki, A.Md., mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera menetapkan status siaga di seluruh lini instansi sebagai langkah antisipasi darurat.

“Kita harus belajar dari musibah masa lalu yang nyaris menenggelamkan separuh wilayah Kota Medan,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini di sela rapat darurat, Sabtu (5/9/2026).

Sri meminta Pemko Medan memperkuat manajemen risiko bencana sekaligus mempercepat pemetaan dan penanggulangan titik-titik rawan banjir bahkan hingga ancaman pohon tumbang yang kerap luput dari perhatian.

Baca Juga : Sinabung Erupsi! Kolom Abu 3.500 Meter, Status Naik Siaga, Berastagi Diselimuti Abu Pekat

Hujan deras dengan intensitas tinggi terus mengguyur Medan belakangan ini. Sri menekankan bahwa anggaran besar yang digelontorkan untuk perbaikan infrastruktur dan normalisasi drainase harus benar-benar berdampak nyata di lapangan.

“Jangan sampai terulang kembali musibah banjir besar yang pernah terjadi di kota ini,” ujar legislator Dapil IV tersebut.

Sistem saluran air yang berfungsi optimal, menurutnya, adalah benteng utama melindungi warga dari banjir musiman.

Meski secara geografis terbilang jauh, abu vulkanik hasil erupsi Gunung Sinabung yang kini berstatus Siaga (Level III)—berpotensi mencemari udara Kota Medan.

Sri meminta Dinas Kesehatan Kota Medan dan seluruh instansi terkait bersiaga penuh mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan polutan.

“Kami meminta masyarakat menggunakan masker saat berada di luar ruangan,” pungkasnya.

“Khusus kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, kurangi aktivitas di luar jika kondisi udara memburuk,” ujarnya lagi.

Di tengah cuaca fluktuatif panas terik di siang hari berubah menjadi hujan lebat sore hingga malam—menjaga imunitas tubuh menjadi kunci utama bertahan menghadapi dua bencana sekaligus. (FD)

#AbuSinabung#BanjirMedan#BencanaMedan#CuacaEkstrem#ISPA#KesiapsiagaanBencana#kitamedandotcom#MedanSiaga#SriRezeki