MEDAN – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali “bangun” dari tidur panjangnya setelah empat tahun tidak menunjukkan aktivitas signifikan.
Erupsi dahsyat terjadi pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB, menyemburkan kolom abu vulkanik raksasa setinggi 3.500 meter di atas puncak atau setara 5.960 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu hitam pekat itu membubung tinggi dan tertiup angin ke arah timur dan tenggara, langsung menyelimuti Kecamatan Berastagi dengan hujan abu vulkanik.
Abu vulkanik menutupi jalan raya, kendaraan, dan bangunan. Jarak pandang pengendara di jalur utama Berastagi–Kabanjahe terganggu signifikan.
Merespons erupsi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB. Status Waspada sebelumnya telah berlaku sejak 17 Mei 2023.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, melaporkan erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter dan berlangsung lebih dari satu jam.
Badan Geologi menyatakan erupsi ini merupakan erupsi awal masih ada potensi letusan lebih besar menyusul.
Sebelum erupsi terjadi, alat pemantau merekam 85 kali gempa vulkanik, satu kali gempa hembusan, dan satu kali tremor harmonik—peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan dalam tubuh gunung.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution langsung merespons dengan membawa 15.000 masker ke wilayah terdampak. Mobil pemadam kebakaran juga disiagakan untuk membersihkan abu di titik-titik krusial agar tidak menumpuk.
“Kami dari pemerintah provinsi tadi siang begitu erupsi sudah membawa 15 ribu masker dan juga tadi sama Pak Bupati akan standby damkar untuk membersihkan titik-titik krusial debunya agar tidak terlalu menumpuk,” ujar Bobby di Kantor Gubsu.
Bobby juga memastikan seluruh objek wisata di sekitar Sinabung ditutup sementara.
Bupati Karo Antonius Ginting menegaskan radius 4,5 hingga 5 kilometer dari puncak telah dilarang untuk aktivitas masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, belum tercatat adanya pengungsi.
Untuk sektor pendidikan, Bobby menyatakan kegiatan belajar belum diliburkan—pemprov masih memantau kondisi. Jika abu terus mengarah ke Berastagi dan aktivitas gunung meningkat, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan diterapkan.
PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas:
· Larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak
· Radius sektoral 6 kilometer di sektor selatan-tenggara
· Masyarakat di sekitar aliran sungai berhulu di Sinabung waspada banjir lahar
· Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
“Diharapkan warga jangan terlalu panik. Ini hujan abu yang mengarah ke arah timur dan tenggara,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra. (FD)