TAPTENG — Sebuah jembatan bukan sekadar rangkaian baja dan beton. Di balik konstruksi Jembatan Armco Kombinasi Bailey yang baru diresmikan di Desa Parjalihotan, ada akses hidup yang terbuka, ada senyum anak-anak yang kini bisa melangkah lebih pasti ke sekolah, dan ada harapan ekonomi yang mulai bersemi.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, Kamis (3/9/2026) secara resmi mengoperasikan jembatan yang menghubungkan Dusun 6 dan Dusun 7 di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Jembatan Bailey ini menjadi salah satu dari 13 jembatan hasil kolaborasi solid antara personel TNI dan warga setempat, yang dibangun sebagai respons atas dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah Sumut pada akhir November 2025.
Di atas jembatan yang baru berpijak, Bobby tak hanya berbicara soal beton dan baja. Dengan nada optimis, ia mengingatkan pentingnya perawatan berkelanjutan.
“Saya minta setiap dua bulan atau tiga bulan kita cek jembatannya. Kalau masih ada kekurangan, boleh kita bantu penguatannya,” tegasnya. Ini bukan sekadar seremonial, tapi komitmen pemantauan yang nyata.
Lebih dari itu, kehadiran jembatan ini adalah bagian dari peta jalan besar penanganan bencana di Sumut yang akan berlangsung hingga 2028.
Baca Juga : 75 Jembatan Merah Putih Presisi Polda Sumut, Menyambung Nadi Kehidupan di Tanah Batak
“Misalnya ada jalan yang rusak, nanti kita bangun,” janji Bobby, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti di satu titik.
Namun, yang membuat peresmian ini berbeda dan menarik perhatian adalah gebrakan ekonomi yang menyertainya. Di sela-sela dialog dengan warga, Bobby menyampaikan kabar yang langsung menggugah antusiasme.
Pemerintah Provinsi Sumut bersama Bank Sumut akan mengucurkan modal usaha bagi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.
“Minggu depan, Pemprov Sumut dan Bank Sumut bisa memberikan modal usaha untuk ibu-ibu. Nanti kita kasih untuk 50 orang pertama. Selanjutnya, kalau usahanya bagus, kita kasih lagi tambahan modalnya,” ujar Bobby disambut riuh rendah kegembiraan warga.
Salah seorang warga Parjalihotan, Idasari, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Terima kasih Pak Gubernur atas perhatiannya. Semoga kami terus diberi perhatian seperti ini,” katanya dengan mata berbinar.
Kehadiran jembatan ini bukan hanya memotong jarak antar dusun, tetapi juga menjadi simbol bahwa pemulihan pascabencana tak melulu soal infrastruktur fisik, melainkan juga penguatan ekonomi rakyat dari akar.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat membuktikan bahwa gotong royong adalah kunci utama kebangkitan Sumut.
Peresmian ini turut dihadiri Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Kepala Dinas PUPR Sumut Chandra Dalimunthe, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga, dan Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumut Gibson Panjaitan. (Rel)