Peta Jalan PRSU Menuju Panggung Dunia: DPR dan Bobby Nasution Siapkan Sumut Jadi Primadona Investasi & Wisata

MEDAN – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang digelar mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 tengah menjadi sorotan.

Tak sekadar ajang hiburan tahunan, PRSU kini diproyeksikan menjadi lokomotif ekonomi baru yang mendunia.

Komisi VII DPR RI bersama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sepakat menggembleng PRSU naik kelas menjadi pameran berskala internasional dan pusat investasi utama di kawasan barat Indonesia.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, dalam kunjungan kerjanya ke PRSU, Kamis (9/7/2026), menegaskan bahwa transformasi besar telah dimulai.

“Saya melihat dengan nyata bahwa pameran di sini sudah dikurasi sehingga tampilannya cantik, lebih menarik, dan kebersihan alhamdulillah sangat terjaga,” ujarnya.

Evita menilai langkah kurasi ini krusial untuk meningkatkan kualitas, tidak lagi sekadar mengutamakan kuantitas pengunjung, tetapi juga kualitas pengunjung yang hadir.

Evita meminta pengelola menyusun roadmap pengembangan jangka panjang 5 hingga 10 tahun ke depan. Targetnya ambisius: menjadikan PRSU seperti Jakarta Fair yang tak hanya pameran UMKM, tetapi juga sarana promosi investasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif berdampak ekonomi masif.

Langkah itu mulai terlihat. Tahun ini, Paviliun Penang (Malaysia) hadir sebagai paviliun internasional khusus, menawarkan kuliner khas, pameran budaya, hingga produk UMKM kreatif.

Bahkan, Penang membuka stan jajanan langsung di depan paviliun agar pengunjung bisa “terbang” ke Malaysia tanpa paspor.

Baca Juga : 061 Apparel Hadir di PRSU ke-50, Tawarkan Merchandise Bernuansa Sumatera Utara

Ke depan, Evita berharap semakin banyak negara berpartisipasi, menarik wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan negara tetangga lainnya.

Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi erat. Kunjungan DPR pun membawa perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian UMKM untuk membangun sinergi sejak dini.

“Kementerian Pariwisata bisa membantu promosi dan kurasi. UMKM bisa memberikan pendampingan dan pelatihan agar UMKM Sumut bisa naik kelas,” jelas Evita.

Gubernur Bobby Nasution mengapresiasi dukungan penuh DPR. Ia bahkan mengingatkan seluruh bupati/wali kota di Sumut untuk mengesampingkan ego sektoral.

“Paviliunnya sudah ada, tetapi tidak dibuka atau tidak dimanfaatkan untuk mengenalkan daerah masing-masing kepada masyarakat. Jangan ada ego daerah,” tegasnya.

PRSU harus menjadi milik bersama, bukan sekadar prestige gubernur atau pemerintah provinsi.

PRSU 2026 mengusung tema “Harmoni Emas: Kolaborasi Tradisi Bangkitkan Inspirasi” . Tak main-main, sekitar 75 persen konten dihadirkan dari hasil karya pelaku seni, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif lokal.

Bahkan, stan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sumut hadir untuk memudahkan perizinan usaha, dan stan Bapenda untuk pembayaran pajak kendaraan.

Dengan target 300 ribu pengunjung, PRSU diharapkan tak hanya meramaikan Medan, tetapi juga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumut dan membuka lapangan kerja baru.

Dukungan DPR pun menguatkan langkah PRSU masuk dalam Kalender Event Nasional Kementerian Pariwisata.

PRSU ke-50 bukan sekadar perayaan emas, tetapi fondasi bagi Sumatera Utara untuk melompat ke kancah global menjadi pusat investasi, wisata, dan kebanggaan budaya Indonesia. (Rel)

#bobbynasution#DPRRI#EventInternasional#InvestasiSumut#kitamedandotcom#PariwisataSumut#PRSU2026#SumutMaju