MEDAN – Di balik hiruk-pikuk pemudik yang melaju mulus dari Medan menuju Berastagi, ada satu ruang yang tak pernah sepi. Ruang itu adalah Posko Operasi Ketupat Toba 2026 pusat kendali tempat seluruh informasi dari 24 titik kritis di Sumatera Utara mengalir tanpa henti.
Di sinilah, Polda Sumut menjalankan strategi rahasia mereka: monitoring 24 jam penuh, tanpa jeda, tanpa kenal waktu.
Bukan sekadar pantauan biasa. Lewat layar-layar yang terhubung langsung ke seluruh polres dan pos pengamanan terpadu, petugas di posko bisa melihat situasi nyata di lapangan kapan saja.
Bahkan, mereka bisa “masuk” ke dalam mobil patroli, mendengar laporan personel secara langsung, dan memberi instruksi dalam hitungan detik.
Zoom Meeting yang Jadi Senjata Utama
Kompol Hendrik Situmorang, Kepala Posko Operasi Ketupat Toba 2026, tak pernah lepas dari gawainya. Bukan untuk berselancar di media sosial, melainkan untuk memastikan sambungan video dengan jajarannya tetap aktif 24 jam.
“Kami terhubung terus. Setiap kejadian, sekecil apa pun, langsung dilaporkan lewat zoom meeting. Ini penting agar tidak ada informasi yang tercecer. Kalau ada kemacetan atau gangguan, kami sudah tahu sebelum masyarakat merasakannya,” ujar Hendrik dengan nada tegas, Sabtu (21/3/2026).
Dengan sistem ini, hiruk-pikuk arus mudik yang melibatkan ribuan kendaraan bisa dikendalikan dari satu ruang komando. Keputusan cepat diambil. Personel di lapangan tinggal menjalankan.
Deteksi Dini, Antisipasi Instan
Kompol MH Sitorus, yang bertugas sebagai Kepala Analisa dan Evaluasi (Ka Anev), menambahkan bahwa pemantauan berkelanjutan ini ibarat detak jantung operasi.
“Kita bisa tahu potensi gangguan jauh-jauh hari. Misalnya, kalau ada titik rawan kemacetan mulai mengular, tim urai langsung kita gerakkan. Kalau ada potensi gangguan keamanan, patroli langsung diperintahkan menuju lokasi. Ini semua karena pemantauan yang real-time,” jelas Sitorus.
Hasilnya? Hingga hari keempat operasi, jalur-jalur vital seperti Medan–Berastagi, Medan–Tebing Tinggi, hingga akses menuju Danau Toba dilaporkan dalam kondisi stabil.
Salah satunya dibenarkan oleh Briptu Fahrin Syahputra, personel Satlantas Polrestabes Medan yang bertugas di titik The Hill Sibolangit.
“Arus lalu lintas dari Medan menuju Berastagi dan sebaliknya terpantau lancar,” lapor Fahrin melalui sambungan virtual yang disaksikan langsung Kaposko.
Personel di Lapangan Tak Bisa Lengah
Sistem monitoring ini bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal kedisiplinan. Kaposko secara rutin melakukan pengecekan mendadak ke setiap personel. Tidak ada yang bisa mengelak. Setiap anggota harus siap melaporkan situasi kapan pun dipanggil.
“Kami ingin masyarakat merasa aman. Kalau petugas kami siaga penuh, insyaallah perjalanan mudik warga akan nyaman,” tegas Hendrik.
Lebaran 2026: Momentum Pelayanan Maksimal
Polda Sumut mengusung satu tekad besar di tahun ini memberikan pelayanan terbaik untuk pemudik. Dengan sistem monitoring yang intensif, diharapkan tidak ada lagi cerita kemacetan panjang yang merusak kebahagiaan Lebaran.
Setiap keluarga yang melintasi bumi Sumatera Utara bisa tiba di kampung halaman dengan selamat.
“Ini komitmen kami. Masyarakat berhak mendapatkan rasa aman. Dan kami bekerja 24 jam untuk itu,” tutup Hendrik.
Kesimpulan
Di balik kelancaran arus mudik Sumut 2026, ada mata elang yang tak pernah terpejam. Ada ruang komando yang hidup 24 jam. Ada polisi yang tak hanya bertugas, tapi juga mengabdi. Operasi Ketupat Toba 2026 bukan sekadar operasi—ini adalah bukti bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan. (FD)