MEDAN – Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan malam di Kota Medan. Satres Narkoba Polrestabes Medan baru saja menggelar pra rekonstruksi kasus peredaran narkoba di tempat hiburan ternama, Phantom KTV, yang berlokasi di Jalan Adam Malik, Medan.
Tak hanya narkoba, dalam penggerebekan itu juga terungkap adanya minuman keras (miras) palsu yang beredar bebas di dalamnya.
Kerja sama antara Polrestabes Medan dan Bea Cukai Medan membuahkan hasil signifikan. Dari 9 botol minuman keras berbagai merek yang diamankan, 7 botol dipastikan menggunakan pita cukai palsu!
Temuan ini langsung menjadi sorotan karena membahayakan kesehatan masyarakat sekaligus merugikan negara.
Adegan demi adegan diperagakan ulang. Total ada 27 adegan yang melibatkan dua tersangka utama: IR (21 tahun), seorang cleaning service di Phantom KTV, dan MF (22) yang bertindak sebagai pemasok narkoba kepada IR. Yang mencengangkan, meski berstatus karyawan kebersihan, IR ternyata berperan aktif dalam jaringan ini.
“Pelaku pertama (IR) dengan sengaja menawarkan pil ekstasi kepada para pengunjung KTV. Dia ditangkap tepat di dalam ruangan,” tegas Kompol Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, di sela-sela pra rekonstruksi, Senin (25/5/2026).
Menurut Kompol Rafli, kolaborasi dengan Bea Cukai menjadi kunci pengungkapan kasus ini. Menggunakan alat khusus milik petugas bea cukai, mereka menemukan bahwa pita cukai pada 7 botol miras tersebut adalah palsu.
“Kami pastikan tidak ada ruang bagi pelaku narkoba yang menjadikan Medan sebagai pasar,” tambahnya didampingi Kanit 3, Iptu Berry Anggara.
Modus yang digunakan pun terbilang licik. IR, yang sehari-hari membersihkan ruangan, justru menyalahgunakan aksesnya untuk mendekati pengunjung dan menawarkan pil ekstasi.
Sementara MF memasok barang haram tersebut dari luar. Polisi menduga ada jaringan yang lebih besar di balik praktik ini, mengingat Phantom KTV merupakan salah satu tempat hiburan malam populer di Medan.
Peringatan keras dilayangkan. Kompol Rafli menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu para bandar narkoba, sekreatif apa pun kamuflase mereka.
“Narkoba terus mencari jalan untuk memperkaya seseorang atau kelompok secara ilegal. Kami akan terus melawan, apapun cara kamuflase mereka,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi pengelola tempat hiburan untuk lebih ketat mengawasi operasionalnya. Bagi masyarakat, waspadalah terhadap tawaran minuman keras dari sumber tidak jelas, apalagi jika harganya terlalu murah bisa jadi itu adalah miras palsu yang berbahaya.
Viral segera! Bagikan artikel ini agar teman-temanmu di Medan dan sekitarnya tahu bahaya narkoba dan miras palsu di Phantom KTV. Tetap awasi lingkunganmu, dan jangan ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. (FD)