MEDAN – Bukan film action, ini nyata. Polda Sumut berhasil menyelamatkan 813.000 jiwa dalam satu pekan. Caranya? Menggagalkan peredaran 72 kilogram sabu dan 151 kilogram ganja dari jaringan internasional.
Operasi bertajuk “Disrupting Net” ini berlangsung 26-29 April 2026. Hasilnya mencengangkan tiga kasus besar, lima tersangka, dan satu buronan DPO yang disebut sebagai otak utama.
“Estimasi kami, setiap 1 gram sabu merusak setidaknya 5 jiwa. Maka 72 kg sabu plus 151 kg ganja berarti 813.000 jiwa terselamatkan,” tegas Kombes Pol Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut, didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol Andy Arisandi.
Kasus pertama: Mengerikan plus Kreatif Jahat
Di Medan Sunggal, polisi mengamankan M, kurir asal Lhokseumawe. Barang bukti 22 kg sabu disembunyikan dalam tangki BBM mobil Mitsubishi Triton yang dimodifikasi tiga ruang. Dua ruang samping untuk sabu (bungkus teh hijau China), satu ruang tengah tetap berisi bensin. Tujuannya: jika diperiksa, bensin akan keluar, mengelabui petugas.
Kendaraan bahkan diparkir di mal agar terlihat normal. M sudah empat kali sukses mengirim sabu ke Tangerang dan Palembang. Baru kali ini ditangkap.
Kasus kedua: Sopir Travel yang Jadi Kurir Ganja
MA, sopir Innova Reborn, ditangkap di Jalan Lintas Siantar–Parapat. Dalam mobilnya: 151 kg ganja asal Mandailing Natal menuju Medan. Pengakuan mengejutkan ini aksi ketiganya. Sebelumnya, ia meloloskan 90 kg ganja sebanyak dua kali. Total sudah 331 kg ganja diedarkan.
Kasus ketiga: Jaringan Kapal Internasional
Yang paling dramatis terjadi di Rokan Hilir, Riau. Tiga tersangka (S, R, IR) ditangkap dengan 50 kg sabu. Modus mereka ship to ship di tengah laut dari Malaysia. Rencana awal sandar di Labuhanbatu, tapi karena ada gerak-gerik polisi, lokasi digeser ke Rokan Hilir. Polisi menyergap tepat waktu.
Baca Juga : Polrestabes Medan Gerebek Sarang Narkoba: Bandar, Kurir, dan Pemakai Diringkus
Para tersangka berprofesi sebagai kuli bangunan dan sopir travel. Sabu ini akan diedarkan ke Medan dan Padang. Satu DPO masih diburu – diduga pengendali utama.
Apa yang membuat kasus ini spesial?
· Modus tangki BBM palsu (pertama kali terungkap di Sumut)
· Jaringan internasional dengan transaksi di laut lepas
· Angka penyelamatan 813.000 jiwa setara populasi kota Medan bagian utara
Pesan Polda Sumut:
“Kami belum berhenti. Target zero narcotics. Masyarakat jangan takut lapor – setiap info bisa selamatkan tetangga, teman, bahkan keluarga sendiri.”
Dengan pengungkapan ini, Polda Sumut mengirim sinyal keras: tidak ada tempat aman bagi bandar narkoba. Bukan sekadar operasi ini perang untuk menyelamatkan generasi bangsa. 813.000 alasan untuk terus bertindak. (HEN)