SIMALUNGUN – Simalungun masuk dalam kluster performa menengah atas dalam pemetaan daya saing daerah di Sumatera Utara dengan skor 3,56 berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Capaian tersebut menempatkan Simalungun berada di atas rata-rata nasional yang berada pada skor 3,50 dan menjadi indikator positif terhadap kemampuan daerah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi serta pengelolaan sumber daya.
Dalam pemetaan BRIN, daerah dengan skor 3,50 hingga 3,69 masuk kategori kluster performa menengah atas. Wilayah pada kategori ini dinilai memiliki stabilitas pasar yang baik serta kualitas sumber daya manusia yang cukup kuat dalam mendukung pembangunan ekonomi.
Sementara daerah dengan skor 3,70 masuk kategori performa tertinggi yang ditandai dengan infrastruktur teknologi dan aktivitas ekonomi yang sudah sangat maju.
Selain capaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), Kabupaten Simalungun juga mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per 5 Februari 2026, pertumbuhan ekonomi Simalungun pada Triwulan IV Tahun 2025 mencapai 5,05 persen dan menjadi yang tertinggi kedua di Sumatera Utara setelah Kota Medan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan.
“Kita berharap posisi ini tidak mengendurkan semangat, melainkan menjadi dorongan agar Kabupaten Simalungun dapat naik kelas dan masuk ke dalam kluster performa tertinggi di Sumatera Utara,” ujar Mixnon Andreas Simamora.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Simalungun akan terus memperkuat kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah guna meningkatkan daya saing daerah secara berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan IDSD menjadi penting karena menjadi salah satu indikator kemampuan daerah bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Indeks Daya Saing Daerah sendiri diukur melalui empat pilar utama, yakni kualitas sumber daya manusia, kekuatan pasar, ekosistem inovasi, serta lingkungan pendukung pembangunan.
Pemkab Simalungun optimistis penguatan empat sektor tersebut dapat mendorong daerah naik ke kategori performa tertinggi di Sumatera Utara. (RS)