Bellingham-Kane Bawa Inggris Taklukkan Panama 2-0

NEW JERSEY – Hujan rintik-rintik menemani langkah Inggris mengamankan puncak klasemen Grup L Piala Dunia 2026. Di hadapan ribuan pendukung yang membanjiri MetLife Stadium bak Wembley, The Three Lions menumbangkan perlawanan sengit Panama dengan skor 2-0, Sabtu (27/6/2026) waktu setempat.

Babak pertama berjalan tanpa gol. Panama, yang sudah dipastikan tersingkir, tampil di luar dugaan. Mereka bertahan dengan disiplin dan sesekali mengancam melalui serangan balik.

Pada menit ke-26, Jose Rodriguez melepaskan tembakan berbahaya yang mengharuskan Jordan Pickford turun tangan. Beberapa menit kemudian, Carlos Harvey nyaris mencetak kejutan andai tembakannya tidak melenceng tipis di sisi gawang.

Di kubu Inggris, kiper Panama Orlando Mosquera tampil gemilang di babak pertama. Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Harry Kane bergantian menekan, namun penyelesaian akhir selalu gagal membuahkan gol.

Bahkan Kane hanya mencatat 10 sentuhan di babak pertama, paling sedikit di antara semua pemain yang bermain.

“Kami melakukan apa yang diperlukan,” ujar pelatih Inggris Thomas Tuchel usai pertandingan. “Ini sesuai ekspektasi laga sulit melawan lawan yang fisik. Sulit mencetak gol, tapi kami adalah satu-satunya tim yang menciptakan banyak peluang dan mencetak dua gol”.

Baca Juga : Inggris vs Ghana 0-0: Tembakan Kane Melesat, Mistar Bicara

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-62. Berawal dari tendangan sudut Bukayo Saka, Bellingham memenangkan duel di kotak penalti dan dengan kaki kirinya menyontek bola melewati kiper Mosquera.

Gol ketiganya di Piala Dunia dan yang kedua di tahun ini langsung memicu euforia di tribun.

Lima menit berselang, giliran Bellingham yang beraksi sebagai kreator. Umpan silangnya dari sisi kiri disambut tandukan Harry Kane yang mengalahkan Andres Andrade di udara.

Gol ke-82 bagi Kane di level internasional itu sekaligus mengukir sejarah: ia menjadi pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 11 gol, melampaui rekor Gary Lineker yang ia samai sebelumnya.

“Tugas pertama kami tercapai,” kata Bellingham. “Kombinasi permainan yang bagus. Memberikannya kepada Harry lagi, yang terus meningkatkan levelnya, sungguh luar biasa”.

Panama nyaris memperkecil kedudukan di masa injury time babak kedua melalui Jose Fajardo, namun golnya dianulir karena offside.

“Kami bisa bangga bukan dengan hasilnya, karena tidak ada yang bangga dengan kekalahan, tapi secara keseluruhan mereka sudah memberikan segalanya,” ujar pelatih Panama Thomas Christiansen.

Dominasi Inggris terlihat dari statistik: 17 percobaan dengan enam tembakan tepat sasaran, sementara Panama hanya melepaskan 13 tembakan dengan dua yang mengarah ke gawang.

Hasil ini membuat Inggris finis di puncak Grup L dengan tujuh poin dari dua kemenangan dan satu hasil imbang. Sebaliknya, Panama harus mengakhiri turnamen sebagai juru kunci grup sekaligus menjadi satu-satunya tim di Grup L yang gagal mencetak gol sepanjang fase grup.

Sebagai juara Grup L, Inggris akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup E, I, J, atau K di Atlanta pada Rabu (1/7/2026) mendatang.

“Turnamen dimulai lagi sekarang di babak gugur. Kami kumpulkan kekuatan dan bangun dari sini. Semangat tim, semangat juang, keyakinan, dan kami akan melangkah lebih jauh. Semakin besar pertandingannya, semakin besar kami akan tampil,” tegas Tuchel.

Sementara itu, di pertandingan lain yang berlangsung bersamaan, Kroasia mengalahkan Ghana 2-1 dan menemani Inggris lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup L. (FD)

#Grup L#Harry Kane#Jude Bellingham#kitamedandotcom#Panama#Piala Dunia 2026#Thomas TuchelInggrissepak bola