Messi vs Bellingham, Duel Magis Dua Nomor Punggung 10 di Semifinal Piala Dunia 2026

MEDAN – Semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan pertarungan sarat gengsi antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) WIB. Namun, sorotan utama tertuju pada duel dua pemain bernomor punggung 10 yang mewakili dua generasi berbeda, yakni Jude Bellingham dan Lionel Messi.

 

Pertemuan Inggris dan Argentina bukan sekadar perebutan tiket ke final melawan Spanyol yang lebih dulu menyingkirkan Prancis 2-0. Laga ini juga menjadi panggung adu ketajaman antara Bellingham, bintang muda Inggris berusia 23 tahun, dengan Messi, legenda hidup Argentina yang masih menjadi motor permainan La Albiceleste di usia 39 tahun.

Bellingham datang ke semifinal dengan performa luar biasa. Gelandang Real Madrid itu menjadi penentu kemenangan Inggris atas Norwegia pada perempat final melalui dua gol yang membalikkan keadaan menjadi 2-1. Sepanjang turnamen,

Bellingham telah mengoleksi enam gol, jumlah yang sama dengan kapten Inggris Harry Kane. Keduanya menjadi duet paling produktif di Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Messi tetap menunjukkan sentuhan magisnya bersama Argentina dengan koleksi 8 gol saat ini. Sang kapten membawa juara bertahan melaju ke semifinal setelah melewati Aljazair, Austria, Yordania, Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss. Messi juga terus menambah koleksi golnya sepanjang turnamen dan menjadi pusat kreativitas serangan Argentina.

Baca Juga: Bellingham Brace, Inggris Taklukkan Norwegia 2-1 lewat Extra Time!

Jika Messi mengandalkan pengalaman, visi bermain, dan kemampuan menciptakan peluang dari ruang sempit, Bellingham menawarkan energi, agresivitas, mobilitas tinggi, serta naluri mencetak gol yang semakin tajam. Perbedaan karakter ini membuat duel keduanya menjadi salah satu yang paling dinantikan pada semifinal kali ini.

Secara statistik, persaingan keduanya cukup menarik. Messi menjadi tumpuan utama Argentina dalam membangun serangan, sedangkan Bellingham berkembang menjadi pemain paling berpengaruh di skuad Inggris. Bahkan, banyak pengamat menilai performa Bellingham sepanjang turnamen menjadi salah satu alasan utama The Three Lions mampu mencapai semifinal.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel menyadari ancaman yang dibawa Messi. Namun, ia menegaskan timnya tidak hanya fokus pada satu pemain karena Argentina memiliki banyak kualitas di berbagai lini. Tuchel juga percaya skuad Inggris memiliki mentalitas dan karakter untuk menghadapi tekanan pertandingan sebesar ini.

Selain duel individu, pertarungan lini tengah diperkirakan menjadi kunci laga. Inggris mengandalkan Bellingham dan Declan Rice untuk mengontrol permainan, sementara Argentina memiliki Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, serta Messi yang kerap turun menjemput bola dan mengatur ritme serangan.

Laga ini juga menyimpan nilai historis tinggi. Inggris dan Argentina merupakan dua rival lama yang telah menciptakan sejumlah pertandingan ikonik di Piala Dunia. Kini, keduanya kembali bertemu dengan satu tujuan yang sama, yakni merebut satu tempat di final dan menjaga mimpi mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Siapa yang akan bersinar di Atlanta? Apakah Bellingham mampu membawa Inggris ke final Piala Dunia pertama sejak 1966, atau justru Messi kembali menulis babak baru dalam karier legendarisnya dengan mengantar Argentina mempertahankan gelar juara dunia? Jawabannya akan ditentukan dalam duel panas yang diprediksi menyita perhatian pecinta sepak bola dunia. (RS)

#Atlanta Stadium#Bellingham vs Messi#Harry Kane#Inggris vs Argentina#Jude Bellingham#KitaMedan#kitamedandotcom#La Albiceleste#Lionel Messi#Piala Dunia 2026#Semifinal Piala Dunia 2026#Sepak Bola Dunia#The Three Lions#Thomas Tuchel#Timnas Argentina#Timnas Inggris