MEDAN – Timnas Prancis kembali mengakui keunggulan Spanyol di panggung turnamen besar. Setelah disingkirkan La Roja pada semifinal Euro 2024 dengan skor 1-2, Les Bleus kembali menelan pil pahit usai kalah 0-2 pada semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Dallas, Rabu (15/7/2026).
Kekalahan ini membuat mimpi Prancis tampil di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun sirna, sementara Spanyol melaju ke partai puncak untuk pertama kalinya sejak menjadi juara dunia pada 2010.
Duel dua raksasa Eropa itu sejatinya diprediksi berlangsung seimbang. Namun, Spanyol tampil lebih matang dan efektif dalam mengendalikan pertandingan.
La Roja membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal setelah Lamine Yamal dijatuhkan di kotak terlarang. Oyarzabal sukses menaklukkan Mike Maignan dan membawa Spanyol unggul 1-0.
Baca Juga: Empat Raksasa Tersisa, Siapa Paling Dekat ke Trofi Dunia?
Keunggulan Spanyol bertambah pada menit ke-58. Berawal dari kombinasi satu-dua yang cepat antara Dani Olmo dan Pedro Porro, bek sayap Tottenham Hotspur itu melepaskan penyelesaian akhir yang tak mampu dihentikan Maignan. Gol tersebut menjadi penegas dominasi Spanyol sepanjang pertandingan.
Kekalahan Prancis kali ini terasa menyakitkan karena memiliki kemiripan dengan kekalahan mereka di semifinal Euro 2024. Saat itu, Les Bleus juga takluk 1-2 dari Spanyol meski sempat unggul lebih dulu. Dua tahun berselang, Spanyol kembali menjadi batu sandungan yang menggagalkan langkah Kylian Mbappe dan kawan-kawan menuju final turnamen besar.
Secara permainan, kekalahan Prancis tidak semata karena kebobolan dua gol. Les Bleus justru kalah dalam pertarungan lini tengah. Trio gelandang Prancis gagal mengimbangi pergerakan dan sirkulasi bola cepat yang diperagakan para pemain Spanyol. Akibatnya, Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise kerap menerima bola dalam situasi sulit dan jauh dari area berbahaya.
Data pertandingan menunjukkan Spanyol mampu meredam agresivitas lini depan Prancis yang sebelumnya menjadi salah satu yang paling produktif di turnamen.
Les Bleus hanya mampu menciptakan sedikit ancaman bersih ke gawang Unai Simon, sementara tekanan tinggi dan penguasaan bola Spanyol membuat Prancis lebih banyak berlari mengejar bola daripada membangun serangan.
Lini tengah Prancis memang terlihat lebih mudah ditembus dibanding laga-laga sebelumnya. Ketika kehilangan bola, transisi bertahan mereka tidak cukup cepat untuk menghentikan kombinasi pendek pemain-pemain Spanyol.
Gol kedua yang lahir dari kerja sama Olmo dan Porro menjadi contoh bagaimana rapatnya organisasi permainan Spanyol mampu membongkar struktur pertahanan Prancis hanya dengan beberapa sentuhan.
Sebaliknya, keunggulan Spanyol terletak pada kolektivitas permainan. Tim asuhan Luis de la Fuente tampil disiplin, sabar dalam membangun serangan, serta sangat agresif ketika melakukan pressing.
Lamine Yamal, Dani Olmo, Fabian Ruiz, dan Oyarzabal terus bergerak dinamis sehingga membuat lini tengah Prancis kehilangan kontrol permainan. Bahkan ketika tidak mencetak banyak gol dari open play, Spanyol tetap mampu mendikte tempo dan mengendalikan jalannya laga dari awal hingga akhir.
Kemenangan 2-0 ini sekaligus menegaskan dominasi Spanyol atas Prancis dalam beberapa pertemuan penting terakhir. Setelah menyingkirkan Les Bleus di Euro 2024 dan menang dalam duel sengit UEFA Nations League 2025, La Roja kini kembali menjadi mimpi buruk bagi Prancis dengan mengubur ambisi mereka di Piala Dunia 2026.
Spanyol kini tinggal menunggu pemenang semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina untuk memperebutkan trofi juara dunia. Sementara bagi Prancis, kekalahan ini meninggalkan luka yang semakin menganga karena kembali dihentikan rival yang sama di panggung terbesar sepak bola dunia.(RS)