DALLAS — Stadion Dallas bergemuruh. Ribuan terompet Spanyol menggema di seluruh penjuru tribun. Di tengah hiruk-pikuk itu, Mikel Merino muncul sebagai pahlawan.
Gelandang Arsenal yang baru masuk delapan menit sebelumnya itu mencetak gol tunggal di masa injury time, membawa Spanyol menang 1-0 atas Portugal dan memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026.
Sejak peluit awal dibunyikan, laga babak 16 besar yang mempertemukan dua rival berat Semenanjung Iberia ini berjalan dengan intensitas tinggi.
Spanyol langsung mengancam di menit kedua melalui tendangan jarak jauh Mikel Oyarzabal yang masih bisa diamankan kiper Portugal, Diogo Costa.
Lima menit berselang, giliran Joao Cancelo yang melepaskan tembakan keras dari sisi kanan, namun masih melambung di atas gawang Unai Simon.
Spanyol terus menekan. Lamine Yamal memaksa Costa melakukan penyelamatan lewat tembakan melengkung, sementara Alex Baena gagal memanfaatkan bola muntah. Namun Portugal bukanlah tim yang tinggal diam.
Pada menit ke-37, momen paling dramatis babak pertama terjadi. Pedro Neto mengirim umpan silang dari sisi kanan, Joao Felix menyundul bola ke tengah, dan Cristiano Ronaldo dalam upaya akrobatik menyambar dengan sontekan saat tubuhnya sudah terjatuh.
Baca Juga : Spanyol Unggul Telak Atas Portugal Dalam 41 Pertemuan, Siapa Menang Di Piala Dunia 2026?
Unai Simon yang sigap melompat menggagalkan gol yang seolah sudah pasti.
Empat menit kemudian, Nuno Mendes nyaris membawa Portugal unggul. Tendangan kaki kirinya membentur kepala Pedro Porro lalu menghantam mistar gawang Spanyol. Bola memantul dan akhirnya diamankan lini belakang La Roja. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Spanyol mulai mendominasi jalannya pertandingan. Tim asuhan Luis de la Fuente lebih banyak menguasai bola dan memaksa Portugal bertahan lebih dalam. Alex Baena dan Lamine Yamal bergantian menguji ketangguhan Diogo Costa.
Di sisi lain, Portugal sesekali mengancam melalui serangan balik. Tendangan voli Bruno Fernandes pada menit ke-77 melenceng tipis di samping gawang Spanyol.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, melakukan pergantian kunci pada menit ke-74 dengan memasukkan Ferran Torres sebagai ujung tombak. Sepuluh menit berselang, giliran Mikel Merino yang masuk menggantikan Pedri untuk menambah daya gedor di lini tengah.
Momen Keajaiban di Menit 90+1
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Spanyol akhirnya memecahkan kebuntuan. Rodri mengirim bola ke Ferran Torres, yang kemudian melepas umpan terobosan sempurna menembus lini pertahanan Portugal.
Merino, yang berhasil lepas dari jebakan offside, berlari kencang memasuki kotak penalti. Dengan tenang, ia melepaskan tembakan kaki kiri mendatar yang meluncur deras ke pojok kiri bawah gawang—Diogo Costa hanya bisa terdiam menyaksikan bola bersarang di jala.
Stadion Dallas pecah. Terompet Spanyol semakin keras. Para pemain La Roja berlarian menuju Merino yang berlutut sambil menangis haru. Di sisi lain, Ronaldo berdiri dengan tangan di pinggang, menatap kosong ke arah lapangan.
Portugal berusaha keras menyamakan kedudukan di sisa waktu. Pada menit ke-90+6, Francisco Conceicao mengirim umpan silang dari sisi kanan, namun sundulan Bernardo Silva melayang tipis di atas mistar gawang Spanyol hanya beberapa sentimeter dari gol penyeimbang.
Peluit panjang akhirnya dibunyikan. Spanyol menang 1-0 dan melangkah ke perempat final. Sementara itu, Portugal bersama Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Bagi Ronaldo, yang tampil di enam edisi Piala Dunia dan mencetak tiga gol di turnamen ini, kekalahan ini menandai akhir dari perburuan gelar dunia yang selama ini ia idam-idamkan.
Sang mega bintang terlihat berdiri diam setelah peluit akhir sebelum berjalan perlahan menuju terowongan.
Kemenangan ini membawa Spanyol mempertahankan catatan impresif: belum kebobolan satu gol pun sepanjang Piala Dunia 2026. Di babak perempat final, La Roja akan menghadapi pemenang antara Amerika Serikat dan Belgia.
Statistik pertandingan mencatat Spanyol unggul penguasaan bola 48 persen berbanding 39 persen milik Portugal, serta melepaskan 15 tembakan dengan 6 di antaranya tepat sasaran—bandingkan dengan 8 tembakan Portugal yang hanya 2 mengarah ke gawang.
Derbi Iberia ketiga di pentas Piala Dunia ini kembali menyisakan cerita. Seperti pada 2010 ketika Spanyol menang 1-0 di babak knockout dalam perjalanannya meraih gelar juara kali ini La Roja kembali menorehkan kemenangan tipis yang berarti besar. (FD)