MEDAN – Liverpool mengawali Liga Inggris 2026/2027 dengan ujian berat saat bertandang ke markas Newcastle United di St James’ Park, Minggu (23/8/2026). Pertandingan ini menjadi laga resmi pertama Andoni Iraola sebagai pelatih The Reds setelah menggantikan Arne Slot.
Iraola datang ketika Liverpool sedang menjalani perubahan besar. Musim lalu, The Reds hanya finis di posisi kelima setelah sebelumnya menjadi juara Liga Inggris. Kini, pelatih asal Spanyol itu dituntut membangun kembali tim yang kehilangan sejumlah pemain penting, termasuk Mohamed Salah, Ibrahima Konate dan Andy Robertson.
Di sisi lain, Liverpool tetap memiliki sejumlah pemain inti seperti Virgil van Dijk, Alisson Becker, Dominik Szoboszlai, Ryan Gravenberch, Florian Wirtz dan Cody Gakpo.
Liverpool juga mendatangkan Jérémy Jacquet, Víctor Muñoz serta meminjam Ronald Araujo dari Barcelona untuk memperkuat skuad.
Nama yang paling mendapat sorotan tentu Alexander Isak. Striker Swedia itu kembali ke St James’ Park untuk pertama kalinya sebagai pemain Liverpool setelah meninggalkan Newcastle dengan nilai transfer sekitar £125 juta. Kepindahannya sempat memicu kontroversi karena proses transfer yang berlangsung panas.
Isak kini menjadi salah satu tumpuan utama Iraola di lini depan. Musim lalu penyerang tersebut sempat terganggu masalah kebugaran, tetapi kini dinyatakan siap dan diproyeksikan menjadi ujung tombak Liverpool.
Baca Juga: Liverpool Tutup Musim dengan Hasil Imbang, Momen Haru Salah
Liverpool juga menghadapi persoalan di sektor serang. Hugo Ekitike masih mengalami cedera, sehingga Isak diperkirakan menjadi pilihan utama di depan dengan dukungan Florian Wirtz, Cody Gakpo dan pemain muda Rio Ngumoha.
Sementara itu, Newcastle juga memasuki era baru. Eddie Howe telah meninggalkan klub dan digantikan Matthias Jaissle, pelatih asal Jerman berusia 38 tahun yang sebelumnya menangani RB Salzburg dan Al-Ahli. Jaissle membawa pendekatan sepak bola berintensitas tinggi dengan pressing agresif dan transisi cepat.
Namun, Jaissle menghadapi persoalan yang tidak kalah besar. Newcastle kehilangan Anthony Gordon, Sandro Tonali dan Bruno Guimaraes dalam perombakan skuad musim panas. Kondisi tersebut membuat kekuatan tim berbeda dibanding era Howe.
Sebagai gantinya, Newcastle merekrut sejumlah pemain muda dan mengalokasikan dana besar untuk membangun skuad baru. Lukas Hornicek diproyeksikan sebagai penjaga gawang utama, sementara Amar Dedic dan Malick Thiaw menjadi bagian dari perubahan di lini belakang.
Di tengah perubahan besar tersebut, Newcastle memiliki keuntungan bermain di kandang. St James’ Park diperkirakan menghadirkan tekanan besar kepada Liverpool, terlebih karena kehadiran Isak berpotensi menjadi pusat perhatian suporter tuan rumah.
Baca Juga: Hancurkan Newcastle 7-2, Barca Kantongi Tiket Perempat Final Liga Champions
Secara taktik, Jaissle kemungkinan mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan pressing tinggi. Newcastle akan berusaha memutus sirkulasi bola Liverpool sejak lini pertama, kemudian melakukan serangan cepat ketika berhasil merebut penguasaan bola. Pendekatan tersebut sesuai dengan filosofi Jaissle yang menekankan intensitas dan transisi.
Liverpool diperkirakan mengandalkan penguasaan bola dan pressing agresif ala Iraola. Pelatih Spanyol itu dikenal dengan permainan intens, pergerakan cepat tanpa bola serta transisi menyerang. Tantangan terbesarnya adalah membuat pola tersebut langsung berjalan efektif dengan skuad yang baru mengalami perubahan besar.
Kehilangan Salah membuat Liverpool tidak lagi memiliki sumber gol dan kreativitas dari sisi kanan seperti pada era sebelumnya. Iraola juga harus membangun koordinasi baru di lini belakang setelah kepergian Konate dan Robertson. Kapten Virgil van Dijk bahkan mengakui pertahanan baru Liverpool membutuhkan waktu untuk membangun chemistry.
Namun, Liverpool masih memiliki keunggulan dalam pengalaman dan kualitas individu. Van Dijk, Alisson, Wirtz, Szoboszlai dan Isak memberi Iraola fondasi yang cukup untuk memainkan sepak bola agresif.
Newcastle memiliki keunggulan lain berupa atmosfer kandang dan motivasi memulai era Jaissle dengan hasil positif. Tetapi kehilangan sejumlah pemain utama membuat kedalaman serta kreativitas skuad masih menjadi tanda tanya. Guardian menilai Newcastle memasuki musim baru dalam fase transisi dan mengandalkan pemain-pemain muda untuk membangun kembali kekuatan tim.
Pertandingan diperkirakan berlangsung terbuka. Newcastle kemungkinan mencoba menekan sejak awal untuk memanfaatkan dukungan publik, sementara Liverpool akan berusaha mengontrol bola dan mencari ruang di belakang garis pertahanan tuan rumah.
Jika pressing Newcastle mampu mengganggu build-up Liverpool, tuan rumah berpeluang membuat Liverpool kesulitan. Sebaliknya, jika Liverpool berhasil melewati tekanan pertama, kecepatan transisi dan kualitas Isak dapat menjadi ancaman serius bagi pertahanan Newcastle.
Liverpool memiliki catatan positif saat bertandang ke St James’ Park. The Reds tidak terkalahkan dalam sembilan kunjungan terakhirnya ke markas Newcastle di Liga Inggris, dengan enam di antaranya berakhir dengan kemenangan.
Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama memasuki era baru, laga ini sulit diprediksi sepenuhnya. Namun, Liverpool sedikit lebih diunggulkan dari sisi kualitas skuad, sedangkan Newcastle memiliki keuntungan kandang dan intensitas pressing Jaissle.(RS)