Comeback Gila di Menit Akhir! PSMS Medan Bangkit dari 0-2, Curi 1 Poin dari Persikad meski Lawan 10 Orang

DEPOK – Siapa bilang pertandingan baru selesai saat peluit panjang berbunyi? Laga Persikad Depok vs PSMS Medan di Stadion Pakansari, Minggu (5/4/2026) sore, membuktikan bahwa drama sepak bola tak pernah habis mengejutkan.

Tertinggal 0-2 dan menghadapi tim tuan rumah yang bermain dengan 10 orang sejak babak pertama, PSMS justru bangkit di menit-menit akhir untuk memaksakan hasil imbang 2-2.

Babak Pertama: Keunggulan dan Kartu Merah

PSMS datang dengan beban berat. Tiga laga terakhir tanpa kemenangan membuat posisi Ayam Kinantan terancam. Harapan mencetak poin penuh di kandang lawan nyaris sirna saat striker asing Persikad, Rosalvo, menjebol gawang PSMS pada menit ke-30. Stadion Pakansari bergemuruh.

Namun, situasi berubah drastis. Hanya beberapa menit berselang, bek Persikad, Belhadj Kacem, menerima kartu merah langsung.

Unggul jumlah pemain, publik dan pelatih PSMS sempat berpikir ini titik balik. Tapi nyatanya? Persikad justru bermain lebih disiplin. Pertahanan rapat ala “bus parkir” membuat PSMS frustrasi hingga turun minum.

Babak Kedua: Bencana Sebelum Keajaiban

Alih-alih menyamakan kedudukan, PSMS malah tertidur. Pada menit ke-76, Adriano Castanheira berhasil menggandakan keunggulan Persikad. Skor 2-0 untuk tuan rumah yang bermain dengan 10 orang! Sebuah ironi bagi tim tamu.

Tapi mental juang PSMS tak padam. Clayton da Silva menjadi pemicu kebangkitan saat mencetak gol pada menit ke-86. Stadion mulai tegang.

Baca Juga : Drama 7 Menit Injury Time! PSMS vs PSPS Berakhir Imbang, Suporter Meraung di Stadion Utama Sumut

Puncak drama terjadi di masa injury time. Felippe Cadenazzi muncul sebagai pahlawan dengan gol penyeimbang pada menit ke-90+2! Skor 2-2. Persikad sempat mencetak gol lagi di menit ke-90+7, tapi wasit menganulirnya. Peluit panjang berbunyi. Comeback sempurna.

Reaksi Pelatih: Kecewa tapi Lega

Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, tak bisa menyembunyikan perasaan campur aduk. “Kami sangat kecewa. Bermain 11 lawan 10 seharusnya bisa menang. Tapi pemain sudah berusaha maksimal,” ujarnya usai laga.

Eko mengakui timnya kesulitan membongkar pertahanan dalam Persikad. “Setelah kartu merah, mereka main sangat deep. Kami lengah dan kebobolan lagi. Tapi setelah menambah pemain depan, Alhamdulillah bisa menyamakan skor.”

Ia juga menyoroti kelemahan tim: “Saat menyerang kami terlalu terburu-buru, bahkan lupa bertahan. Itu celah yang dieksploitasi lawan.”

Taktik Lanjutan: PSMS Tak Pulang ke Medan

Alih-alih pulang, PSMS memilih bertahan di Bogor untuk evaluasi. “Garudayaksa tim papan atas, tapi kami tetap fight,” tegas Eko.

Pemain PSMS, Rudiyana, mengakui: “Kami terlalu terburu-buru saat unggul jumlah pemain.”

Moral Tinggi Hadapi Garudayaksa

Hasil imbang dramatis ini jadi suntikan vital bagi PSMS. Mereka akan menghadapi Garudayaksa FC di stadion yang sama, Sabtu (11/4/2026). Jika bisa mengatasi kelemahan bertahan dan memanfaatkan keunggulan pemain, bukan tak mungkin poin penuh akan diraih.

Satu hal yang pasti PSMS belum mati. Comeback ini bukti bahwa selama peluit belum berbunyi, segalanya masih mungkin. Apakah PSMS bisa mempertahankan momentum ini? Pantau terus laga selanjutnya hanya di sini! (FD)

#ayamkinantan#ComebackDramatis#GolInjuryTime#kitamedandotcom#LigaIndonesia#Pakansari#PersikadDepok#psmsmedan