PUD Pembangunan Medan Nyaris Kolaps! Godfried Effendy Lubis: “Jajaran Direksi Jangan Tidur, Ini K ansuran Terakhir”

MEDAN – Kabar mengejutkan datang dari tubuh PUD Pembangunan Kota Medan. Perusahaan milik daerah yang seharusnya menjadi lokomotif Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini nyaris ambruk. Bahkan, untuk menggaji karyawan saja saat ini “megap-megap”.

Kondisi memprihatinkan itu diungkap Anggota Komisi III DPRD Medan, Drs. Godfried Effendy Lubis, kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Politikus PSI itu tidak menyembunyikan rasa prihatinnya. “Kita melihat perusahaan ini nyaris kolaps. Bayar gaji karyawan saja susah, apalagi menyetor PAD ke Pemko Medan,” ujarnya dengan nada tegas.

Godfried secara gamblang mengingatkan jajaran direksi yang baru dilantik, termasuk Dirut PUD Pembangunan Karya Septianus Bate’e, SSTP, M.A.P. Menurutnya, periode ini adalah kesempatan terakhir.

Pasalnya, tahun-tahun sebelumnya perusahaan terus merugi. Jika tidak ada gebrakan, gulung tikar bukan lagi isapan jempol.

“Ini pertaruhan. Jajaran direksi jangan tidur. Jangan hanya nyaman di kursi tanpa inovasi. Kalau tidak mau berubah, yah… hanyutlah perusahaan ini,” tegas Godfried.

Apa yang harus dilakukan? Godfried menyodorkan beberapa solusi darurat yang bisa langsung dieksekusi:

1. Medan Zoo: Jangan Hanya Jadi Beban
Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) yang dikelola PUD selama ini tidak kunjung memberikan keuntungan signifikan.

Baca Juga : Gaji Karyawan Cuma 25% untuk Tahun 2022! Dirut PUD Pembangunan Medan: Kondisi Kami Sangat Tidak Normal Separator

Godfried menyarankan agar pengelolaan diserahkan atau bekerjasama dengan pihak ketiga yang profesional. Sistem bagi hasil bisa menjadi jalan keluar.

“Zoo itu aset besar. Kalau dikelola dengan manajemen modern, bukan tidak mungkin jadi destinasi unggulan Sumut,” paparnya.

2. Kolam Renang Deli & Gelanggang Remaja: Lokasi

Strategis yang Terlantar
Dua unit usaha di Jalan Sutomo Ujung ini kondisinya memprihatinkan. Kolam Renang Deli nyaris tak terawat, sementara gelanggang remaja hanya dijadikan gudang barang rongsokan.

Padahal, lokasinya super strategis. “Rehab total! Kalau Pemko Medan tidak punya anggaran, jangan sungkan ajak swasta atau manfaatkan dana CSR. Jangan biarkan aset kota mati begitu saja,” desak Godfried.

3. Bentuk PT / Badan Usaha Baru untuk Proyek Infrastruktur

Godfried juga mendorong direksi agar lebih berani membentuk PT atau badan usaha khusus yang bisa mengerjakan proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur. Selama tidak melanggar aturan, inovasi harus digenjot.

“Banyak proyek infrastruktur di Medan. Kenapa tidak diambil alih oleh perusahaan daerah? Itu peluang besar untuk menyelamatkan perusahaan,” tambahnya.

Peringatan keras ini sekaligus menjadi ujian bagi kepemimpinan Septianus Bate’e. Publik Medan kini menunggu langkah nyata. Akankah direksi bangun dari “tidur panjang” atau justru membiarkan PUD Pembangunan benar-benar kolaps? Waktunya bekerja, bukan sekadar wacana. (FD)

#Bangkrut#dprdmedan#GodfriedEffendyLubis#kitamedandotcom#KolamRenangDeli#medanzoo#PUDMedan#ViralMedan