MEDAN – Bom financial mengepung Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Medan. Direktur Utama, Karya Septianus Bate’e, dengan terus terang mengakui kondisi perusahaannya “sangat tidak normal” di hadapan Komisi III DPRD Kota Medan, kemarin.
Apa penyebabnya? PUD ini tak mampu membayar gaji karyawan secara penuh. Bahkan, yang lebih mencengangkan, gaji yang dibayarkan hari ini adalah utang tiga tahun lalu!
“Gaji yang kami bayar tahun 2026 ini adalah pembayaran untuk tahun 2022. Artinya tetap dicatatkan penuh, walau perusahaan tidak sanggup,” ujar Septianus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III, T. Bahrumsyah.
Pendapatan Cuma Rp300 Juta, Beban Rp400 Juta Per Bulan
Dari audit internal, seluruh jenis usaha yang dikelola hanya menghasilkan Rp300 juta/bulan. Padahal, beban operasional mencapai Rp400 juta/bulan. Septianus mengaku hanya bisa menutup 25% gaji karyawan. “Kalau ada tambahan Rp20 juta, mungkin kami bisa bayar penuh,” keluhnya.
Parahnya, tagihan listrik tetap mengalir meski tak ada penyewa. Pihaknya ingin beralih ke sistem token agar lebih terkontrol.
Selain itu, temuan sidak mengejutkan: ada penyewa yang sudah membayar pajak, tapi uangnya tidak disetorkan ke negara. “Pembayaran itu dipakai untuk perjalanan hidup perusahaan,” ungkap Septianus tanpa merinci lebih lanjut.
PUD ini sempat ingin mencari pendanaan atau kerja sama eksternal. Namun, terganjal Perwal Kota Medan No. 8 Tahun 2024 tentang kerja sama BUMD.
Pasal dalam Perwal itu mewajibkan studi kelayakan dengan biaya yang justru lebih besar dari potensi pendapatan. Alhasil, upaya penyelamatan mandek.
Untuk Januari Februari 2026, Septianus berjanji membayar gaji 50%. Namun, dengan defisit Rp100 juta per bulan, janji itu pun diakui lebih karena “timbang rasa” daripada hitungan realistis.
RDP berjalan alot. Komisi III DPRD Medan meminta audit forensik dan evaluasi total kepengurusan. Publik pun kini menunggu langkah nyata Pemko Medan. Akankah PUD Pembangunan bangkit, atau justru jadi mimpi buruk baru bagi karyawan?
Pantau terus perkembangan selanjutnya hanya di sini. Bagikan artikel ini agar masalah BUMD Medan segera mendapat perhatian! (FD)