Dorongan Keras M Afri Rizki Lubis: Diskoperindag Medan Harus Fokus Bikin Pedagang Kecil & UMKM Naik Kelas

75

MEDAN – Pedagang kecil dan pelaku UMKM di Kota Medan tak boleh hanya jadi ‘penonton’ dalam euforia pembangunan ekonomi.

Mereka adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan yang nyata. Karena itu, M Afri Rizki Lubis, Ketua Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU) Kota Medan yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan, melontarkan seruan keras kepada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Medan.

“Fokus utama Diskoperindag harusnya pemberdayaan pedagang kecil. Jangan sampai program hanya bersifat seremonial,” tegas Rizki kepada wartawan, kemarin.

Menurut politisi Partai NasDem ini, ada tiga langkah konkret yang wajib segera dijalankan:

1. Data Akurat & Terintegrasi
Diskoperindag diminta mendata seluruh pelaku UMKM di Medan – dari kaki lima hingga sentra industri rumahan. Tanpa data yang valid, bantuan akan meleset sasaran.

2. Bantuan + Evaluasi Berkelanjutan
Rizki menyoroti pola bantuan yang kerap “lempar tugas” tanpa monitoring.

Baca Juga : Dorong UMKM Medan Naik Kelas, Sri Rezeki: Kolaborasi Strategis dan Koperasi Adalah Kunci Utama!

“Jangan beri modal lalu ditinggal. Evaluasi apakah usahanya naik atau malah stagnan. Kalau gagal, cari solusi, bukan sekadar ganti penerima,” tandasnya.

3. Akses Pasar, Pelatihan, & Legalitas
UMKM butuh pembinaan teknis, perizinan mudah, hingga pendampingan pemasaran digital. GARPU sendiri telah menyiapkan program advokasi hak pedagang, bantuan legalitas usaha, serta penguatan akses permodalan ke perbankan.

Yang menarik, GARPU mengaku siap jadi jembatan antara pedagang dan pemerintah. Mulai dari mengurus izin lapak, melawan pungli, hingga memediasi bantuan modal.

“Kami akan kolaborasi dengan Diskoperindag dan stakeholder, termasuk perbankan. Buat program yang nyambung ke akar rumput,” ujar Rizki.

Kota Medan memiliki puluhan ribu UMKM. Jika diberdayakan serius, efek bergandanya luar biasa: mengurangi pengangguran, menekan angka kemiskinan, dan menggerakkan pasar lokal.

Sebaliknya, jika dibiarkan, potensi besar ini akan tergerus tengkulak dan persaingan tidak sehat. (FD) 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com