Indonesia Wujudkan Kedaulatan Aluminium! INALUM Bangun Mega Proyek Hilirisasi Terintegrasi di Mempawah

267

JAKARTA – Indonesia kembali tunjukkan komitmen nyata wujudkan kedaulatan industri mineral! PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), bersama Grup MIND ID, resmi lakukan groundbreaking mega proyek hilirisasi aluminium terintegrasi pertama di Mempawah, Kalimantan Barat, pada 6 Februari 2026.

Proyek senilai Rp104,55 triliun (USD 6,23 miliar) ini jadi penanda era baru, mempercepat peta jalan hilirisasi nasional sesuai UU Minerba No.3/2020 dan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, tegas menyatakan langkah ini kunci tingkatkan posisi tawar Indonesia di kancah global.

“Hilirisasi bauksit jadi aluminium adalah agenda strategis untuk kemandirian industri. Dengan pembangunan smelter dan refinery terpadu, kita tekan ketergantungan impor, bangun rantai pasok kuat dari hulu ke hilir, dan pacu pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. Targetnya jelas swasembada aluminium pada 2030.

Apa yang dibangun? Fasilitas canggih ini terdiri dari Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun dan Smelter Aluminium baru.

Baca Juga : INALUM dan PJT I Perkuat Konservasi Danau Toba, Fokus Resapan Air, Hutan, dan Pemberdayaan Warga

SGAR Fase 2, dikelola PT Borneo Alumina Indonesia (anak INALUM dan ANTAM), akan menggandakan kapasitas nasional jadi 2 juta ton alumina per tahun, dengan serapan 6 juta ton bijih bauksit per tahun dari tambang ANTAM di Kalimantan Barat.

Sementara, Smelter Aluminium Mempawah bakal produksi 600.000 ton aluminium per tahun, diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri. Gabung dengan smelter INALUM di Kuala Tanjung, total kapasitas aluminium nasional akan melonjak jadi 900.000 ton per tahun.

Dampaknya luar biasa! Proyek strategis nasional ini diproyeksi pacu PDB sekitar Rp71,8 triliun per tahun dan tambah penerimaan negara Rp6,6 triliun per tahun.

Yang paling membanggakan, tercipta 65.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung, dari konstruksi hingga operasional.

Dukungan penuh dari korporasi BUMN seperti PT Bukit Asam Tbk untuk pasokan listrik dan ANTAM untuk bahan baku, membuktikan kekuatan sinergi dalam negeri.

Mega proyek ini bukan hanya tentang bangun fasilitas, tapi tentang membangun kedaulatan, ketahanan rantai pasok, dan mendongkrak posisi Indonesia sebagai pemain kunci aluminium dunia.

Dengan komitmen kuat INALUM dan MIND ID, Indonesia kini makin pasti menuju masa depan sebagai produsen aluminium global yang mandiri, berdaya saing, dan memberi nilai tambah maksimal bagi kemakmuran rakyat. Swasembada aluminium 2030, siap kita wujudkan! (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com