MEDAN – Buaya muara dikenal sebagai buaya terbesar di dunia yang masih hidup hingga saat ini.
Predator ganas ini mampu tumbuh hingga panjang 6 hingga 7 meter dan menjadi penguasa di berbagai wilayah perairan tropis.
Buaya muara atau Crocodylus porosus tersebar luas di kawasan Asia Tenggara, Australia utara, hingga pesisir India.
Habitat utamanya meliputi sungai, rawa, muara, dan bahkan laut terbuka, menjadikannya salah satu reptil paling adaptif di dunia.
Secara fisik, buaya muara memiliki tubuh besar dengan kulit tebal bersisik keras, rahang sangat kuat, serta gigi tajam yang mampu menghancurkan tulang mangsanya.
Beratnya bisa mencapai lebih dari satu ton, menjadikannya predator puncak di habitatnya.
Keunggulan utama buaya muara terletak pada kekuatan gigitan yang termasuk paling kuat di dunia hewan.
Baca Juga: Kuda Thoroughbred, Ras Kuda Termahal di Dunia
Selain itu, hewan ini dikenal sebagai pemburu oportunistik yang memangsa ikan, burung, mamalia, hingga hewan besar seperti rusa dan kerbau.
Dalam beberapa kasus, buaya muara juga diketahui menyerang manusia, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitatnya. Hal ini membuatnya dianggap sebagai salah satu hewan paling berbahaya di dunia.
Salah satu individu buaya muara terbesar yang pernah tercatat adalah Lolong, yang ditemukan di Filipina dengan panjang lebih dari 6 meter sebelum akhirnya mati pada 2013.
Para ahli menyebut ukuran buaya muara terus menjadi perhatian karena pertumbuhan hewan ini tidak berhenti sepanjang hidupnya.
Dengan kondisi lingkungan yang mendukung, buaya ini dapat mencapai ukuran ekstrem.
Keberadaan buaya muara menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah perairan liar. (RS)