MEDAN – kungkang dikenal sebagai salah satu hewan paling lambat dan sering disebut “paling malas” di dunia.
Namun, para ilmuwan menegaskan perilaku tersebut bukan karena malas, melainkan strategi bertahan hidup.
Dalam kajian biologi, kungkang memiliki metabolisme yang sangat rendah. Hal ini membuat mereka bergerak sangat lambat untuk menghemat energi.
Kungkang hidup di hutan tropis Amerika Tengah dan Selatan, dan menghabiskan sebagian besar waktunya bergantung di pohon. Dalam sehari, hewan ini dapat tidur antara 10 hingga 15 jam.
Pergerakan kungkang di darat hanya sekitar 1–2 meter per menit. Bahkan saat berada di pohon, kecepatannya tetap terbatas. Kondisi ini membuatnya terlihat pasif dibandingkan hewan lain.
Baca Juga: Kuda Thoroughbred, Ras Kuda Termahal di Dunia
Para ahli menjelaskan, pola hidup lambat ini berkaitan erat dengan jenis makanan yang dikonsumsi. Kungkang memakan daun yang rendah kalori sehingga tidak menghasilkan banyak energi.
Dalam perspektif zoologi, strategi ini justru menguntungkan. Gerakan lambat membantu kungkang menghindari predator karena tidak mudah terdeteksi.
Selain itu, bulu kungkang sering ditumbuhi alga yang berfungsi sebagai kamuflase alami di habitat hutan.
Dengan demikian, label “hewan paling malas” lebih merupakan persepsi manusia. Secara ilmiah, kungkang adalah contoh adaptasi unik yang memungkinkan bertahan hidup di lingkungan dengan sumber energi terbatas. (RS)