MEDAN – Menjalankan ibadah puasa kerap diidentikkan dengan tubuh lemas dan aktivitas yang menurun.
Padahal, dengan pola hidup yang tepat, puasa justru dapat dijalani dengan tubuh tetap bugar dan semangat beribadah sepanjang hari.
Pakar kesehatan menyebut, kunci utama menjaga kebugaran saat puasa terletak pada manajemen energi dan pola makan.
Sahur bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi utama agar tubuh mampu bertahan tanpa asupan selama belasan jam.
Menu sahur dianjurkan mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan.
Kombinasi ini membantu menjaga kestabilan gula darah dan mencegah rasa lemas berlebihan di siang hari.
Konsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan justru membuat tubuh cepat lelah.
Selain asupan gizi, pola tidur menjadi faktor penting yang sering diabaikan. Kurang tidur akibat begadang atau aktivitas malam berlebihan dapat menurunkan daya tahan tubuh dan konsentrasi. Mengatur waktu istirahat dinilai mampu menjaga stamina selama puasa.
Aktivitas fisik ringan juga tetap disarankan. Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau peregangan menjelang berbuka membantu menjaga kebugaran tanpa menguras energi.
Aktivitas berat sebaiknya dihindari pada siang hari untuk mencegah dehidrasi.
Asupan cairan saat berbuka hingga sahur juga harus diperhatikan.
Baca juga: Ini Cara Cerdas Orang Tua Melatih Anak Puasa Seharian
Pola minum bertahap membantu tubuh terhidrasi dengan baik. Kekurangan cairan menjadi salah satu penyebab utama tubuh terasa lemah saat puasa.
Tak kalah penting, menjaga semangat spiritual.
Mengisi waktu puasa dengan ibadah, membaca, atau aktivitas positif dapat mengalihkan fokus dari rasa lapar dan haus. Kondisi mental yang tenang terbukti berpengaruh besar terhadap ketahanan fisik.
Dengan pola makan seimbang, istirahat cukup, dan aktivitas terkontrol, puasa bukan penghalang untuk tetap produktif. Sebaliknya, puasa bisa menjadi momentum memperbaiki gaya hidup sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.(RS)