Bobby Nasution Bongkar “Sarang Judol” di Pemprov Sumut, 1.038 Pegawai Terjaring!
MEDAN – BOM WAKTU itu akhirnya meledak. Investigasi PPATK membongkar fakta mencengangkan: 1.038 ASN dan non-ASN di lingkungan Pemprov Sumut aktif bermain jud1 online (judol).
Di saat banyak pemimpin memilih tutup mata, Gubernur Bobby Nasution justru memilih langkah berani BONGKAR AIB SENDIRI!
Tak cuma berhenti di penelusuran, Bobby memerintahkan “pembersihan” total. “Kami diperintahkan untuk telusuri seluruh rekening ASN dan pejabat. Ini untuk perbaikan mental birokrasi kita,” tegas Inspektur Pemprovsu, Sulaiman Harahap. Sebuah operasi “sapu bersih” yang jarang terjadi di Indonesia.
Pujian dari Para Perempuan Pejuang Moral
Langkah kontroversial ini malah dapat standing applause dari aktivis perempuan. Korps HMI Wati (KOHATI) Sumut, melalui Ketuanya Tutut Wijayanti, menyambutnya sebagai political bravery (keberanian politik) yang patut dicontoh.
“Bukan cuma omdo! Ini bukti nyata pemimpin yang berani sentuh ‘penyakit’ di dalam rumahnya sendiri. Inilah revolusi mental yang sesungguhnya,” seru Tutut dengan semangat.
Ia menambahkan, “Bagi kami perempuan, ini sejarah! Bobby tunjukkan bahwa integritas lebih kuat dari jabatan. Ini inspirasi untuk calon pemimpin perempuan masa depan.”
Judol: Ancaman Nyata bagi Masa Depan Birokrasi
Tutut membeberkan fakta pahit judol bukan cuma urusan pribadi. Ini adalah virus yang menggerogoti etos kerja, merusak pelayanan publik, dan menghancurkan kepercayaan masyarakat.
“Kami tidak akan diam. KOHATI Sumut siap jadi watchdog bersama pemerintah. Kami akan gelar sekolah integritas, kampanye anti-judol, dan jadi pengawas moral di era digital,” tandasnya penuh keyakinan.
Dengan langkah ini, Bobby Nasution tak sekadar memimpin, tapi mengobarkan perlawanan melawan korupsi moral. Sebuah pertaruhan besar yang bisa mengubah wajah birokrasi Sumut selamanya. (FD)