Iran dan Rusia Sepakati Aksi Terkoordinasi Hadapi Agresor, AS Dituding Sumber Instabilitas

152

TEHERAN – Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh dan rekannya dari Rusia, Andrey Belousov menegaskan kesatuan strategis kedua negara dalam melawan agresi asing.

Pembicaraan via telepon pada Senin (24/6/2024) malam itu menyepakati tindakan terkoordinasi untuk menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap kedaulatan Iran.

Pembahasan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan regional, terutama setelah serangan Israel yang didukung AS ke wilayah Iran pekan lalu. Belousov secara tegas mengutuk aksi agresif rezim Israel yang menewaskan komandan militer dan warga sipil Iran, sekaligus menegaskan dukungan penuh Moskow bagi Tehran.

“Kami Tidak Akan Diam”
Nasirzadeh menegaskan sikap tegas Iran pihaknya tidak hanya berhadapan dengan rezim Zionis, tapi juga AS dan sekutunya. Keputusan kami final: agresor akan dihukum seberat-beratnya. Kami menolak perdamaian yang dipaksakan!

Pernyataan ini selaras dengan pesan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menegaskan penolakan terhadap “perang maupun perdamaian paksaan”.

AS Dituding Sebagai Dalang Kekacauan
Nasirzadeh menuding Amerika Serikat sebagai akar instabilitas di Timur Tengah:
“Bersama Rusia, kami akan memperjuangkan perdamaian dan stabilitas regional.

Belousov menyoroti motif terselubung AS bahwa dalih nuklir hanya kedok. Target sebenarnya adalah melemahkan Iran dan menciptakan kekacauan. Rusia akan terus mendukung Iran.

Serangan AS ke Situs Nuklir Iran
Pada 21 Juni 2025, AS melancarkan serangan ke fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan menggunakan bom bunker-buster GBU-57. Aksi ini memicu kecaman global, termasuk dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebutnya “agresi tanpa dasar hukum”.

Diplomasi Menguat Usai Kunjungan Pejabat Iran ke Moskow
Pembicaraan ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bertemu Putin di Kremlin. Dalam pertemuan itu, Putin berjanji meningkatkan bantuan Rusia untuk Iran. Araghchi pun menyampaikan apresiasi:
“Rusia berada di sisi yang benar—sesuai hukum internasional dan sejarah.”

Kerja sama ini memperkuat pakta bilateral 20 tahun yang diteken Januari lalu, mencakup keamanan, energi, dan finansial—meski tanpa klausa pertahanan bersama.

Apa Dampaknya?
– Eskalasi ketegangan AS-Iran-Rusia makin panas.
– Ancaman balasan Iran terhadap Israel dan AS patut diwaspadai.
– Peran Rusia sebagai sekutor kunci Iran kian menguat. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com