Israel Ingin Lenyapkan Pemimpin Tertinggi Iran, Khamenei: Eskalasi Konflik yang Memanas

192

MEDAN – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengungkapkan bahwa negaranya berniat membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hal itu ditegaskannya usai perang selama 12 hari yang baru saja berakhir dengan gencatan senjata.

Pernyataan kontroversial ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih lanjut di Timur Tengah.

Israel Klaim Tak Butuh Izin AS untuk Targetkan Khamenei
Dalam wawancara dengan Channel 13 Israel, Katz menyatakan dia ingin melenyapkan Khamenei, tetapi belum ada peluang operasional.

Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak memerlukan izin AS untuk menargetkan Khamenei, menanggapi laporan bahwa Washington sempat memveto rencana tersebut.

Katz mengklaim bahwa Khamenei menyadari upaya pembunuhan terhadap dirinya dan melakukan penyamaran ekstrem, termasuk memutus kontak dengan komandan militernya.

Namun, tidak ada bukti kuat yang mengonfirmasi klaim bahwa Khamenei terisolasi dari jenderalnya. Pemimpin Iran itu bahkan muncul dalam pesan video selama perang, menunjukkan bahwa ia masih aktif memimpin.

Dampak Pembunuhan Khamenei: Krisis Global?
Membunuh Khamenei bukan hanya aksi militer biasa—langkah ini bisa memicu krisis internasional. Sebagai:
– Kepala negara de facto Iran
– Otoritas spiritual utama Muslim Syiah dunia

Kematiannya berpotensi memicu perlawanan besar dari pendukungnya di berbagai negara.

AS dan Israel: “Lampu Hijau” untuk Serangan Lanjutan?
Katz mengungkapkan bahwa Israel mendapat “lampu hijau” dari Donald Trump untuk menyerang Iran lagi jika negara itu melanjutkan program nuklirnya.

“Saya tidak melihat Iran akan memulihkan fasilitas nuklirnya setelah serangan kami,” tegasnya.

Sementara itu, Netanyahu menyebut perang ini membuka “jendela kesempatan” untuk perjanjian damai dengan negara-negara Arab, merujuk pada Perjanjian Abraham 2020.

Iran Klaim Menang, AS Disebut Melebih-lebihkan Serangan Nuklir
Di sisi lain, Iran menyatakan kemenangan, mengklaim berhasil:
– Menggagalkan upaya Israel menghentikan program rudal nuklirnya
– Memaksa Netanyahu setuju gencatan senjata setelah serangan balasan

Khamenei juga membantah laporan AS tentang kerusakan fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, menyebutnya dibesar-besarkan.

Gencatan Senjata: Akhir Sementara atau Awal Konflik Baru?
Perang 12 hari ini berakhir setelah AS menjadi mediator gencatan senjata, menyusul serangan rudal Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar—lokasi pasukan AS.

Netanyahu menyebut kemenangan Israel membuka jalan bagi perluasan perjanjian damai sementara Iran tetap bersikukuh bahwa mereka tidak terkalahkan. (FD/Aljazeera)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com