Kegemilangan Diabaikan, Atlet Medan PON 2024 Tunggu Janji Tali Asih yang Tak Kunjung Datang
MEDAN – Hampir setahun setelah mengharumkan nama kota di PON Aceh-Sumut 2024, para atlet berprestasi asal Kota Medan justru merasakan kekecewaan mendalam.
Janji Pemko Medan untuk memberikan tali asih sebagai bentuk apresiasi hingga kini masih menjadi wacana, memicu kritik dari DPRD dan keprihatinan dari para atlet.
Aldila Indryati, atlet boling peraih tiga medali emas, mengungkapkan kekecewaannya.
“Jujur, saya sangat cemburu dengan atlet daerah lain. Beberapa sudah mendapatkannya. Kami hanya dapat janji dan surat pengumpulan berkas yang ternyata janji palsu,” ujarnya.
Aldila khawatir kondisi ini akan memicu eksodus atlet ke daerah lain yang lebih menghargai prestasi mereka.
Tekanan pun datang dari Komisi II DPRD Kota Medan. Ketua Komisi II, H. Kasman Lubis, mendorong Pemko Medan dan Dispora untuk segera merealisasikan pembayaran tersebut.
“Para atlet telah mengharumkan nama kota, sudah sepantasnya mereka diberikan apresiasi. Tali asih ini juga penting untuk motivasi dan proses pembinaan mereka,” tegas politisi PKS itu.
Menanggapi hal ini, Kadispora Kota Medan, Tengku Chairuniza, mengakui adanya kendala dan meminta para atlet untuk bersabar. Janji baru diumbar tali asih akan dibayarkan pada Oktober atau November 2025.
Namun, mengingat janji serupa sebelumnya selalu molor, para atlet dan DPRD meminta komitmen yang lebih konkret.
Prestasi mereka tidak main-main. Kontingen Kota Medan adalah tulang punggung keberhasilan Sumatera Utara yang finis di peringkat 4 nasional, dengan kontribusi 50 emas, 31 perak, dan 67 perunggu. Sayang, prestasi gemilang itu seakan dikhianati oleh lambatnya respons dari pemangku kebijakan. (FD)