Misteri Bushehr: Mengapa Israel & AS Tak Berani Sentuh Situs Nuklir Iran yang Didukung Rusia?
JAKARTA – Belum lama ini, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke fasilitas nuklir Iran, termasuk Natanz, Isfahan, dan Arak. Namun, ada satu lokasi yang luput dari daftar target: Bushehr. Mengapa?
Fakta Menarik di Balik “Kekebalan” Bushehr
1. Dibangun & Dikendalikan Rusia
– PLTN Bushehr berkapasitas 1.000 MW adalah proyek kolaborasi Iran-Rusia sejak 2011.
– Rosatom, badan nuklir Rusia, memegang kendali operasional, membuat serangan ke Bushehr berisiko memicu konflik langsung dengan Moskow.
2. Kontrak Baru: Rusia Bangun 8 Reaktor Nuklir di Iran
– Awal Juni 2025, Iran mengonfirmasi kesepakatan dengan Rusia untuk membangun 4 reaktor baru di Bushehr dan 4 di lokasi lain.
– Ini memperkuat pengaruh Rusia di program nuklir Iran, sekaligus menjadi “perisai” bagi Bushehr dari serangan Barat.
3. Alasan Teknis atau Politik?
– Versi Israel: Bushehr adalah PLTN sipil, bukan fasilitas pengayaan uranium.
– Analis Intelijen: Lokasinya hanya 20 km dari perbatasan UAE, membuat serangan berisiko memicu krisis radiasi regional.
Kesalahan Intelijen yang Menghebohkan
Pada 19 Juni 2025, seorang pejabat IDF sempat mengklaim Israel menyerang Bushehr, tapi kemudian dibantah. Fakta ini mengungkap dua kemungkinan:
– Kesalahan intelijen, atau
– Uji coba respons Rusia sebelum serangan sesungguhnya.
Dampak Geopolitik
– AS & Israel lebih fokus ke situs pengayaan uranium, sengaja menghindari Bushehr untuk tidak memprovokasi Rusia.
– Iran memanfaatkan Bushehr sebagai “benteng aman” dengan dukungan Moskow.
Fakta Baru
Citra satelit membuktikan fasilitas Fordo tidak “lenyap” seperti klaim AS, tapi rusak berat. Ini mempertanyakan akurasi intelijen Barat.
Pertanyaan Kritis:
– Akankah Israel/AS berani langgar “red line” Rusia di Bushehr?
– Apakah Iran sengaja “memarkir” aset nuklir militernya di bawah perlindungan Kremlin? (CNBCIndonesia)