Perang Terbuka Elon Musk vs Sam Altman: Gugatan Rp2.300 Triliun Guncang OpenAI!

95

JAKARTA – Dunia teknologi sedang gempar. Dua raksasa yang dulu bahu-membahu membangun mimpi kecerdasan buatan (AI) kini justru saling gigit di meja hijau.

Elon Musk vs Sam Altman: sebuah perang dingin yang berubah menjadi panas, dengan nilai taruhan mencapai angka mencengangkan—Rp2.300 triliun!

Siapa sangka, pria di balik Tesla, SpaceX, dan X (dulu Twitter) kini resmi menuntut mantan mitra bisnisnya, sang CEO OpenAI, Sam Altman. Pertarungan lama mereka memasuki babak baru yang tak terhindarkan: persidangan.

Awal Mula: Sahabat Jadi Lawan

Cerita berawal dari 2015. Elon Musk, Sam Altman, dan beberapa tokoh teknologi lainnya mendirikan OpenAI. Visinya mulia: mengembangkan AI untuk kebaikan umat manusia, sebagai lembaga non-profit.

Baca Juga : OpenAI vs Meta: Perang Rahasia Merebut Talenta AI dengan Gaji Rp1,6 Triliun!

Namun, pada 2018, Musk hengkang. Alasannya? Ketidakcocokan visi menggabungkan OpenAI dengan Tesla. Saat itu, Musk ingin OpenAI menjadi benteng melawan Google, tapi langkahnya tak disetujui.

Titik Panas: Dari Nirlaba ke Laba

Masalah puncak terjadi ketika OpenAI berubah menjadi perusahaan “capped-profit” (berorientasi keuntungan terbatas). Musk merasa dikhianati. Ia menuduh Altman dan Presiden OpenAI, Greg Brockman, mengingkari janji suci: menjaga agar AI tetap terbuka dan aman, bukan sekadar mesin cuan.

Gugatan Dahsyat Rp2.300 Triliun

Musk tak main-main. Dilansir dari CNBC Internasional (Senin, 27/4/2026), ia melayangkan gugatan senilai US$134 miliar (setara Rp2.300 triliun) ke pengadilan California Utara. Isi tuntutannya:

1. Batalkan perubahan status OpenAI menjadi perusahaan profit.
2. Kembalikan keuntungan “haram” ke organisasi nirlaba OpenAI (bukan ke kantong Musk pribadi).
3. Copot Sam Altman dan Greg Brockman dari jabatan mereka!

Ini bukan pertama kalinya Musk menggugat. Pada 2024, ia pernah melayangkan kasus serupa. Musk merasa “ditipu” karena OpenAI, menurutnya, kini lebih tertutup dan rakus daripada perusahaan AI profit murni seperti Google atau Microsoft.

Bantahan OpenAI: “Ini Cuma Ego dan Kecemburuan!”

OpenAI tak tinggal diam. Dalam dokumen untuk investor awal tahun ini, mereka berulang kali menolak gugatan Musk. Label yang disematkan ke bos SpaceX itu cukup pedas: gugatan tidak berdasar, didorong oleh ego, kecemburuan, dan hasrat memperlambat pesaing.

Altman dan tim menegaskan, perubahan model bisnis mereka legal dan tetap mengedepankan keselamatan AI.

Perang Total: xAI vs OpenAI, dan Adu Domba di X

Sengitnya pertarungan ini juga terlihat di panggung lain. Musk mendirikan xAI pada 2023—perusahaan AI yang kini menjadi rival langsung OpenAI. Tak cukup di pengadilan, mereka kerap terlibat perang kata-kata di platform X (milik Musk). Mulai dari sindiran pedas hingga tuduhan terbuka, semua tersaji untuk publik.

Pertanyaannya: Siapa yang sebenarnya memperjuangkan masa depan AI? Musk dengan “AI yang aman untuk manusia” atau Altman dengan “profit terbatas tapi inovasi cepat”?

Satu hal pasti: hasil gugatan Rp2.300 triliun ini akan mengubah peta persaingan teknologi dunia. Jangan lewatkan update selanjutnya! (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com